Lewati ke konten

Home

About Us

Advertisement

Contact Us

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Feed RSS
  • TikTok
WartaBrita

WartaBrita

Info Update Terpercaya

  • Home nasional
  • Internasional
  • Sports
  • otomotif
  • Tekno
  • Muslim
  • Travculpedia
  • Daerah
  • Ekonomi
Search

Hotspot karhutla naik 2 kali lipat, Kemenhut siagakan 53 armada udara

Avatar Dewa Saputra
Dewa Saputra
Selasa, 15 September 2026 – 06:46
Hotspot karhutla naik 2 kali lipat, Kemenhut siagakan 53 armada udara

Wartabrita.com.CO.ID – JAKARTA.Titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) melonjak lebih dari dua kali lipat dalam sehari. Kondisi ini mendorong Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data Sistem Monitoring Karhutla (SiPongi) Kemenhut, hingga Senin (14/9) pukul 21.05 WIB, terdeteksi 1.437 hotspot high confidence secara nasional. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 592 titik pada hari sebelumnya.

Kalimantan menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi. Dari enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, Kalimantan Tengah mencatat jumlah hotspot terbanyak dengan 689 titik.

Jumlah tersebut melonjak dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya yang mencatat 89 hotspot di Kalimantan Tengah.

Kalimantan Barat berada di posisi berikutnya dengan 203 hotspot, naik dari 14 titik. Kemudian Sumatera Selatan mencatat 116 titik, meningkat dari 49 titik, serta Kalimantan Selatan sebanyak 112 titik, naik dari 28 titik.

Sementara itu, kondisi di Jambi menunjukkan perbaikan dengan jumlah hotspot turun dari 17 titik menjadi 9 titik. Riau juga kembali tidak mencatat hotspot high confidence.

Menghadapi peningkatan tersebut, Kemenhut bersama tim gabungan memperkuat patroli, groundcheck, pemadaman darat, hingga operasi udara.

Kementerian Kehutanan menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan 19 armada lainnya untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus melakukan respons cepat melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, pembasahan lahan, serta OMC sesuai kondisi meteorologis,” tulis Kementerian Kehutanan dalam keterangannya, Selasa (15/9).

Penguatan operasi dilakukan di tengah kondisi atmosfer yang masih relatif kering. Kemenhut mencatat berdasarkan prakiraan periode 15-21 September, sekitar 81% Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Selain itu, terdapat 1.637 titik pengamatan yang mengalami Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut.

Kondisi tersebut membuat risiko karhutla masih perlu diwaspadai, terutama pada lahan gambut yang berpotensi membuat kebakaran bertahan lebih lama.

Meski demikian, peluang hujan masih terdapat di sejumlah wilayah. Untuk periode 15-17 September, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang masih berpeluang terjadi antara lain di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Kemenhut juga mengingatkan bahwa hotspot tidak secara otomatis menunjukkan adanya kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit sehingga setiap indikasi tetap perlu diverifikasi melalui groundcheck dan kondisi aktual di lapangan.

Untuk memperkuat operasi udara, pemerintah juga mendapat dukungan Jepang berupa tiga helikopter CH-47 Chinook. Koordinasi kesiapan operasi antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan delegasi Jepang telah dilakukan di Lanud Supadio, Kalimantan Barat pada 13 September.

Selain pemadaman, Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha dan pihak terkait terus melakukan patroli, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, serta pendinginan.

Kemenhut menyatakan pengendalian karhutla juga dilakukan dengan memperkuat pencegahan agar hotspot tidak berkembang menjadi kebakaran. Masyarakat dan pelaku usaha kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kementerian Kehutanan terus memperkuat koordinasi dan respons lapangan agar setiap indikasi hotspot dapat segera ditindaklanjuti dan tidak berkembang menjadi kebakaran,” tulis Kementerian Kehutanan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Posts by wartabritaa

About Us

Wartabrita

Warta Brita adalah media digital independen yang hadir untuk menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa informasi yang jujur dan akurat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cerdas.

Berdiri dengan semangat jurnalisme positif, kami berkomitmen menyuguhkan konten dari berbagai kategori seperti:

  • Berita Terkini
  • Nasional & Internasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Inspirasi & Viral

Warta Brita dikelola oleh tim muda yang profesional, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami memadukan kecepatan dalam menyajikan informasi dengan ketelitian dalam memverifikasi fakta.

Latest Articles

  • 65 member komunitas W124 MBCI cek kesehatan bareng jelang touring Celebes

    65 member komunitas W124 MBCI cek kesehatan bareng jelang touring Celebes

    Selasa, 15 September 2026 – 16:04
  • Umbul Pelem Tulung Klaten untuk liburan 2026, cek tiket dan fasilitasnya

    Umbul Pelem Tulung Klaten untuk liburan 2026, cek tiket dan fasilitasnya

    Selasa, 15 September 2026 – 13:28
  • GI tourism Dieng dikembangkan, wisatawan Dieng tak cuma nikmati pemandangan

    GI tourism Dieng dikembangkan, wisatawan Dieng tak cuma nikmati pemandangan

    Selasa, 15 September 2026 – 11:38

Tiktok wartabrita

@wartabrita
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

Copyright ©2026 WartaBrita. All Rights Reserved

Scroll to Top