Lewati ke konten

Home

About Us

Advertisement

Contact Us

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Feed RSS
  • TikTok
WartaBrita

WartaBrita

Info Update Terpercaya

  • Home nasional
  • Internasional
  • Sports
  • otomotif
  • Tekno
  • Muslim
  • Travculpedia
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Lifestyle
Search

Pesan Ayu Azhari di Hari Sumpah Pemuda: Jangan wariskan alam yang rusak ke anak cucu

Avatar Dewa Saputra
Dewa Saputra
Rabu, 28 Oktober 2026 – 09:20
Pesan Ayu Azhari di Hari Sumpah Pemuda: Jangan wariskan alam yang rusak ke anak cucu

 

Wartabrita.comPeringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi Ayu Azhari untuk mengingatkan generasi muda bahwa perjuangan menjaga Indonesia tidak berhenti setelah kemerdekaan berhasil diraih. Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai ancaman kerusakan lingkungan, ia menilai pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan tanah air tetap layak dihuni oleh generasi mendatang.

Menurut Ayu, semangat Sumpah Pemuda 1928 perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata sesuai tantangan zaman. Jika dulu para pemuda berjuang merebut kemerdekaan, generasi sekarang memiliki tugas untuk menjaga agar kemerdekaan tersebut tetap bermakna, termasuk dengan mempertahankan lingkungan hidup yang sehat.

“Memaknai Sumpah Pemuda saat ini, dulu sumpah untuk merebut kemerdekaan, hari ini sumpah pemuda untuk memastikan kemerdekaan itu tetap layak huni. Maknanya adalah berani mengambil peran, bukan hanya jadi penonton,” kata Ayu Azhari kepada Wartabrita.com.

Bagi Ayu, persoalan lingkungan tidak seharusnya dipandang sebagai isu terbatas yang hanya menjadi perhatian komunitas pencinta alam. Karhutla yang menjadi sorotan publik memperlihatkan bahwa kerusakan alam berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, kesehatan, dan masa depan bangsa.

“Apalagi karhutla viral. Isu lingkungan dan alam wajib jadi isu utama, bukan isu sampingan anak pecinta alam, ini isu kebangsaan,” ujarnya.

Ayu Azhari Soroti Hak atas Lingkungan Hidup

Ayu menilai sedikitnya ada tiga hal yang perlu diperjuangkan generasi muda saat ini. Pertama, hak masyarakat untuk menikmati lingkungan hidup yang bersih mulai dari udara, air, hutan, hingga laut.

Kedua, hak anak muda untuk bersikap kritis dan mendapatkan ruang untuk didengar. Sementara yang ketiga adalah hak atas ekonomi yang adil, sehingga kekayaan alam Indonesia dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Ketiga hal tersebut, menurut Ayu, saling berkaitan. Lingkungan yang rusak tidak hanya mengancam keseimbangan alam, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi warga yang bergantung pada sumber daya alam.

Ia mengingatkan bahwa persoalan alam dan lingkungan Indonesia tidak berhenti pada kebakaran hutan dan lahan. Sampah plastik yang mencemari laut, deforestasi, krisis air, hingga aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan permukiman dan alam juga perlu mendapat perhatian serius.

“Isunya bukan cuma karhutla, tapi juga sampah plastik di laut, deforestasi, krisis air, dan tambang yang merusak kampung. Kalau tanah airnya rusak, buat apa sumpah bertumpah darah satu?” kata Ayu Azhari.

Pesan tersebut menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari semangat persatuan. Menjaga alam Indonesia, dalam pandangannya, bukan hanya tentang mempertahankan batas wilayah atau mengenang perjuangan masa lalu, melainkan juga memastikan masyarakat dapat hidup dengan aman di tengah alam yang terpelihara.

Ayu Ungkap Tiga Langkah Anak Muda Menjaga Alam

Ayu Azhari juga menekankan kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui langkah konkret. Ia membaginya menjadi tiga tingkatan, yakni perubahan perilaku individu, gerakan bersama komunitas, dan keterlibatan dalam advokasi kebijakan.

Pada tingkat individu, anak muda dapat memulai dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler, menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali, serta memilah sampah merupakan beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Ayu, kebiasaan tersebut bukan sekadar tren atau bagian dari gaya hidup. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan generasi berikutnya.

“Indonesia darurat sampah plastik. Kampanye tumbler dan totebag itu bukan gimmick, tapi cara paling nyata menolak mewariskan sampah 400 tahun ke generasi selanjutnya,” ujarnya.

Selain perubahan individu, Ayu juga mendorong anak muda membangun gerakan kolektif melalui komunitas. Aksi bersih lingkungan, pengurangan sampah, edukasi masyarakat, hingga kegiatan pelestarian kawasan pesisir dapat menjadi ruang untuk memperluas dampak kepedulian.

Namun, ia mengingatkan aksi lingkungan tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial. Anak muda juga perlu terlibat dalam advokasi kebijakan, mengawasi pelaksanaan aturan, serta berani melaporkan dugaan perusakan lingkungan melalui jalur yang tepat.

Dengan demikian, kepedulian tidak hanya menghasilkan perubahan perilaku, tetapi juga mendorong tanggung jawab yang lebih besar dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

Menanam Pohon Bukan Sekadar untuk Konten

Dalam upaya pelestarian alam, Ayu Azhari turut mengajak generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan penanaman pohon. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut tidak semestinya hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam atau dokumentasi yang diunggah ke platform media sosial.

Menurutnya, merawat pohon setelah ditanam justru menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Bibit membutuhkan pemeliharaan agar dapat tumbuh, sementara hutan, mangrove, dan laut yang masih terjaga perlu dilindungi dari ancaman kerusakan.

“Anak muda perlu terlibat dalam aksi penanaman pohon. Tapi jangan hanya jadi penanam untuk konten. Jadilah penjaga. Lebih penting merawat pohon yang ditanam dan menjaga hutan, mangrove, dan laut yang masih ada agar tidak dirusak,” kata Ayu.

Pesan ini relevan dengan upaya pemulihan lingkungan yang membutuhkan konsistensi jangka panjang. Penanaman pohon, misalnya, perlu disertai pemilihan jenis tanaman yang sesuai, perawatan, serta pemantauan tingkat keberhasilan tumbuh. Sementara itu, perlindungan ekosistem yang sudah ada tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga keanekaragaman hayati dan fungsi lingkungan.

Dalam konteks karhutla, pencegahan juga menjadi pekerjaan penting. Pengawasan kawasan rawan kebakaran, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penanganan penyebab kebakaran perlu berjalan beriringan agar kerusakan tidak terus berulang.

Mewariskan Indonesia yang Tetap Layak Huni

Bagi Ayu Azhari, semangat Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab sejarahnya masing-masing. Pemuda pada 1928 mewariskan cita-cita persatuan dan perjuangan menuju kemerdekaan. Generasi sekarang, menurut Ayu, perlu meneruskan warisan itu dengan menjaga keberlangsungan lingkungan Indonesia.

Tantangan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga pemerintah. Kesadaran individu tetap penting, tetapi perlindungan lingkungan juga memerlukan kebijakan yang konsisten, pengawasan yang efektif, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran.

Ayu Azhari berharap generasi muda tidak hanya mewarisi cerita tentang perjuangan para pendahulu, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang dapat dibanggakan oleh anak cucu kelak.

“Pemuda 1928 mewariskan negara yang merdeka. Tugas kita mewariskan negara yang masih hidup kepada generasi mendatang. Jangan wariskan permintaan maaf karena hutan hilang dan laut kotor, wariskan kebanggaan karena kita berani menjaganya,” tuturnya.

Pernyataan Ayu tersebut menjadi pengingat bahwa makna Sumpah Pemuda tidak berhenti pada upacara dan peringatan tahunan. Di tengah ancaman karhutla, pencemaran, dan kerusakan ekosistem alam, semangat persatuan juga dapat diwujudkan melalui keberanian untuk peduli, bertindak, dan mengawal masa depan lingkungan Indonesia.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://twitter.com/wartabritaa

About Us

Wartabrita

Warta Brita adalah media digital independen yang hadir untuk menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa informasi yang jujur dan akurat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cerdas.

Berdiri dengan semangat jurnalisme positif, kami berkomitmen menyuguhkan konten dari berbagai kategori seperti:

  • Berita Terkini
  • Nasional & Internasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Inspirasi & Viral

Warta Brita dikelola oleh tim muda yang profesional, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami memadukan kecepatan dalam menyajikan informasi dengan ketelitian dalam memverifikasi fakta.

Latest Articles

  • TKA Harus Bebas Pungli dan Maladministrasi, Ini Lima Titik Rawan

    TKA Harus Bebas Pungli dan Maladministrasi, Ini Lima Titik Rawan

    Kamis, 29 Oktober 2026 – 12:21
  • Pesanan Rp557 T, raksasa pertahanan Turki cetak rekor

    Pesanan Rp557 T, raksasa pertahanan Turki cetak rekor

    Kamis, 29 Oktober 2026 – 01:33
  • Jokowi dan ajudannya dipastikan jadi saksi sidang Roy Suryo, ternyata ini alasannya

    Jokowi dan ajudannya dipastikan jadi saksi sidang Roy Suryo, ternyata ini alasannya

    Kamis, 29 Oktober 2026 – 00:59

Tiktok wartabrita

@wartabrita
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

Copyright ©2026 WartaBrita. All Rights Reserved

Scroll to Top