BEKASI, Wartabrita.com — Calon Ketua RW 57 nomor urut 3, Nanang Teguh Premana, menyiapkan 8 program kerja yang berfokus pada keamanan lingkungan, kesehatan masyarakat, kerukunan warga, pemberdayaan ekonomi, hingga tata kelola RW yang transparan.
Mengusung semangat “Dari Warga, Untuk Warga”, delapan program tersebut dirancang sebagai arah pembangunan lingkungan yang melibatkan partisipasi warga serta mengutamakan kebutuhan masyarakat.
Nanang menyampaikan, membangun RW bukan hanya tugas ketua RW. Ini adalah tanggung jawab bersama.
“Program harus berangkat dari kebutuhan warga, dibahas bersama, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ungkap Nanang di Bekasi, Selasa 20 Oktober 2026.
Berikut 8 Program Kerja Nanang Teguh Premana:
8 Program Kerja Nanang Teguh Premana
1. Keamanan dan Ketertiban Lingkungan
Program pertama berfokus pada penguatan ronda atau siskamling, pemetaan titik rawan, peningkatan penerangan jalan, serta komunikasi cepat untuk melaporkan gangguan keamanan.
Nanang juga mengusulkan pemasangan CCTV di titik strategis, termasuk area aktivitas warga dan anak-anak. Pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kebutuhan, anggaran, privasi, dan kesepakatan warga.
2. Kebersihan Lingkungan dan Bank Salih
Program kedua mengusung Bank Salih, singkatan dari Bank Sahabat Lingkungan Hidup. Konsep ini menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi melalui penghijauan, daur ulang sampah anorganik, serta pengolahan sampah organik menggunakan maggot BSF (Black Soldier Fly).
Sampah yang masih bernilai diharapkan dapat dikelola menjadi sumber manfaat ekonomi bagi warga. Agar berkelanjutan, pengelolaan perlu disertai pencatatan hasil, biaya operasional, dan pembagian manfaat secara transparan.
3. Kerukunan, Silaturahmi, dan Kepedulian Sosial
Program ketiga mendorong silaturahmi lintas RT, musyawarah, gotong royong, dan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.
Program ini juga mencakup rencana kajian ilmiah untuk anak-anak, remaja atau Karang Taruna, ibu-ibu, dan bapak-bapak. Pelaksanaannya direncanakan melalui koordinasi dengan pengurus tiga masjid dan tokoh terkait.
4. Pemberdayaan Ekonomi dan Peluang Kerja
Program keempat diarahkan untuk mendukung UMKM dan memperluas akses peluang kerja. Kegiatan yang direncanakan meliputi pendataan usaha warga, promosi produk lokal, bazar UMKM, pelatihan keterampilan, serta penyebaran informasi lowongan kerja.
Pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga, seperti komputer, Microsoft Office, keterampilan teknis, dan kuliner.
5. Pembenahan Fasilitas dan Infrastruktur
Program kelima mencakup pendataan dan pengusulan perbaikan fasilitas umum, seperti kantor RW, Posyandu, jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, dan jaringan Wi-Fi.
Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi dengan kelurahan dan instansi terkait, dengan prioritas berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan anggaran.
6. Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sehat
Program keenam meliputi penguatan Posyandu, edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan, senam bersama, serta kampanye perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain kesehatan fisik, terdapat gagasan Hotline Curhat dengan Psikolog sebagai dukungan kesehatan mental warga. Layanan ini perlu melibatkan tenaga profesional dan mekanisme yang menjaga kerahasiaan pengguna.
7. Pelayanan Warga, Aspirasi, dan Tanggap Bencana
Program ketujuh menekankan pelayanan warga yang mudah diakses, penyaluran aspirasi melalui WhatsApp dan kotak saran, serta tindak lanjut laporan yang jelas.
Kesiapsiagaan bencana, pendataan warga rentan, dan koordinasi bantuan sosial bagi warga terdampak juga menjadi bagian dari rencana.
8. Tata Kelola RW yang Transparan, Partisipatif, dan Solutif
Program kedelapan menitikberatkan musyawarah warga secara berkala, keterbukaan laporan keuangan dan kegiatan RW, pembentukan kelompok kerja, serta evaluasi program.
Melalui tata kelola yang terbuka, warga diharapkan dapat mengetahui perkembangan kegiatan, menyampaikan masukan, dan ikut mengawasi pelaksanaan program.
Delapan program kerja tersebut membawa semangat MANTAP: Maju, Aman, Nyaman, Transparan, Aspiratif, dan Peduli. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kewenangan RW, hasil musyawarah, sumber pendanaan, dan dukungan pihak terkait.
“Yang paling penting bukan sekadar banyaknya program, melainkan bagaimana program itu dijalankan, dilaporkan secara terbuka, dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” tambahnya.
Dengan pendekatan tersebut, program kerja Nanang Teguh Premana diarahkan untuk mendorong RW 57 menjadi lingkungan yang lebih aman, sehat, rukun, dan berdaya.




Tinggalkan Balasan