JAKARTA, Wartabrita.com– Jika akhir-akhir ini kamu merasakan keinginan kuat untuk menggaruk leher, mungkin kamu bertanya-tanya apa penyebabnya. Selain tidak nyaman, gatal di leher bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi kesehatan yang perlu diketahui sejak dini.
Gatal di leher biasanya ditandai dengan sensasi menggelitik dan keinginan terus-menerus untuk menggaruk. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai pruritus. Gatal pada area ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari alergi hingga infeksi kulit.
Penyebab Umum Gatal di Leher
Banyak kondisi dapat menyebabkan gatal di leher. Sebagian besar tidak berbahaya dan cenderung sembuh sendiri atau membaik dengan pengobatan sederhana. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:
- Kebersihan yang buruk, terutama jika kamu jarang mandi.
- Kulit kering, terutama pada orang dewasa yang lebih tua atau saat musim dingin.
- Kondisi kulit seperti eksem atau psoriasis.
- Alergi makanan, terutama terhadap kerang, kacang pohon, dan susu sapi.
- Dermatitis kontak, yaitu reaksi alergi terhadap zat seperti detergen, kosmetik, parfum, atau bahan kimia.
- Parasit seperti kutu rambut (pedikulosis capitis) dan kudis (Sarcoptes scabiei).
- Infeksi jamur seperti kurap kulit kepala (tinea capitis).
- Herpes zoster, yaitu ruam menyakitkan akibat virus cacar air yang aktif kembali.
- Diabetes, kondisi kronis yang memengaruhi kadar gula darah.
- Penyakit bilier obstruktif, yaitu penyumbatan aliran empedu.
- Penyakit ginjal kronis.
- Neurodermatitis, jenis eksim yang menyerang area lokal di tubuh, termasuk leher.
Gejala yang Muncul Bersamaan
Selain gatal di leher, gejala lain bisa muncul tergantung penyebabnya. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:
- Ruam.
- Kulit kering dan bersisik.
- Benjolan atau bercak berwarna daging.
- Rasa sakit.
- Pembengkakan.
- Penggelapan kulit di belakang leher (akantosis nigrikans).
Diagnosis dan Tindakan Medis
Untuk mendiagnosis gatal di leher, dokter akan melakukan pemeriksaan visual dan menanyakan riwayat kesehatan serta kondisi yang kamu alami. Jika diperlukan, tes tambahan juga bisa dilakukan.
Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika:
- Gatal sangat intens tanpa ada ruam.
- Ada pembengkakan pada bibir atau lidah.
- Sulit bernapas.
- Gatal terus-menerus.
- Demam.
- Gangguan tidur akibat gatal.
- Ruam berdarah, berkeropeng, atau bernanah.
- Gatal terjadi saat hamil.
Pengobatan yang Bisa Dilakukan
Pengobatan untuk gatal di leher umumnya meliputi:
- Losion anti gatal yang dijual bebas.
- Pelembap kulit.
- Krim atau gel pendingin seperti losion kalamin.
- Kompres dingin.
- Menghindari menggaruk.
- Obat alergi seperti diphenhydramine.
Jika perawatan rumahan tidak efektif, dokter mungkin meresepkan:
- Krim kortikosteroid.
- Obat calcineurin inhibitor seperti tacrolimus dan pimecrolimus.
- Obat selective serotonin reuptake inhibitor seperti fluoxetine dan sertraline.
- Fototerapi.
Selain itu, dokter juga akan melakukan diagnosis lengkap untuk memastikan bahwa gatal di leher bukan gejala dari kondisi yang lebih serius.
Pencegahan dan Tips Menjaga Kesehatan Kulit
Mencegah gatal di leher bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana:
- Rutin mandi.
- Gunakan pelembap secara teratur.
- Hindari menggaruk dengan kuku panjang.
- Gunakan sarung tangan saat tidur untuk mencegah kerusakan kulit.
- Jika memiliki kondisi kronis, lakukan pencegahan sesuai anjuran dokter.
Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Gatal kronis dapat menyebabkan kulit pecah dan meningkatkan risiko infeksi. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi antara lain:
- Lichen simplex chronicus (penebalan kulit).
- Impetigo (infeksi bakteri pada kulit).
Selain itu, akantosis nigrikans adalah perubahan warna dan tekstur kulit akibat kadar glukosa darah tinggi. Ini bisa memperparah kekeringan kulit dan menyebabkan gatal.
Gatal di leher bisa disebabkan oleh banyak hal, baik dari faktor lingkungan maupun kondisi kesehatan dalam. Dengan menjaga kebersihan, menggunakan pelembap, dan menjalani gaya hidup sehat, risiko gatal bisa diminimalisir. Namun, jika gatal terus-menerus dan tidak kunjung membaik, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.









Tinggalkan Balasan