MESUJI, Wartabrita.com – Seekor tapir (Tapirus indicus) yang sempat viral setelah terlihat berjalan di jalan raya di Kabupaten Mesuji, Lampung, ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. Satwa langka yang dilindungi itu diduga menjadi korban pembunuhan oleh massa sebelum sempat dievakuasi petugas.
Peristiwa bermula pada Rabu (1/7/2026) saat tapir tersebut keluar dari kawasan hutan dan berjalan di jalan raya. Kemunculan satwa itu direkam warga, lalu videonya dengan cepat menyebar di media sosial. Tak lama kemudian, beredar video lain yang memperlihatkan tapir tersebut telah mati dengan luka yang diduga akibat disembelih.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung mengungkapkan telah menerima laporan mengenai kemunculan tapir tersebut dan segera berupaya melakukan evakuasi. Namun, sebelum petugas tiba di lokasi, satwa dilindungi itu diduga telah lebih dahulu dibunuh oleh massa.
Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Polisi bersama BKSDA kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan satwa langka itu.
Sejumlah barang bukti, termasuk rekaman video yang viral di media sosial, telah dikumpulkan guna mengidentifikasi pelaku. Hingga Jumat (3/7/2026), belum ada keterangan resmi mengenai penangkapan pelaku. Aparat memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung dan para pelaku masih dalam pengejaran.
Tapir (Tapirus indicus) merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Perburuan, pembunuhan, maupun perdagangan satwa dilindungi dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi satwa liar yang dilindungi. Apabila menemukan satwa yang keluar dari habitatnya, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada BKSDA atau aparat setempat agar dapat ditangani secara aman tanpa membahayakan manusia maupun satwa.









Tinggalkan Balasan