Arti Kata Jealous atau Jealous Artinya
JAKARTA, Wartabrita.com – Secara bahasa, kata “jealous” berasal dari bahasa Inggris. Dalam konteks penggunaan sehari-hari, arti kata jealous atau jealous artinya adalah cemburu atau iri hati. Secara istilah, arti kata jealous atau jealous artinya adalah merasa tidak senang, takut kehilangan, atau tersinggung karena orang lain mendapatkan perhatian, kasih sayang, keuntungan, atau sesuatu yang kita miliki atau inginkan.
Berbeda dengan “iri”, yang lebih kepada menginginkan apa yang dimiliki orang lain, jealous sering kali juga mengandung makna takut tersaingi atau takut kehilangan hak atau kasih sayang. Dalam hubungan asmara atau pacaran, arti kata jealous atau jealous artinya adalah merasa cemburu saat pasangan dekat dengan orang lain, takut pasangan berpaling, atau merasa kurang diperhatikan.
Dalam pertemanan atau sosial, arti kata jealous atau jealous artinya adalah merasa tidak nyaman atau iri melihat teman lebih populer, sukses, atau mendapat perlakuan istimewa. Dalam bahasa gaul, arti kata jealous atau jealous artinya adalah sering dipakai langsung sebagai “jealous” atau disingkat jadi “jelous”, artinya sama saja: cemburu nih, iri banget, atau takut kehilangan.
Contoh Kalimat Menggunakan Kata Jealous
Berikut contoh kalimat menggunakan kata jealous:
- “Dia jadi jealous saat melihat pacarnya berfoto mesra dengan teman sekelas.”
- “Jangan terlalu jealous, dia kan memang sahabat lama saja.”
- “Aku sedikit jealous melihat liburan mereka seru sekali.”
- “Dia merasa jealous saat melihat pasangannya terlalu dekat dengan orang lain, meskipun sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”
- “Jangan terlalu jealous tanpa alasan yang jelas, karena rasa curiga yang berlebihan justru bisa melukai hubungan kalian.”
- “Sebenarnya dia diam saja, tapi hatinya terasa jealous melihat perhatian pasangannya terbagi kepada orang lain.”
- “Rasa jealous yang wajar bisa menjadi tanda kasih sayang, namun jika berlebihan justru akan menjadi racun bagi hubungan.”
- “Aku bukan bermaksud melarangmu berteman, aku hanya kadang merasa sedikit jealous karena takut kehilanganmu.”
Contoh Percakapan tentang Jealous
Berikut contoh percakapan tentang jealous:
Percakapan 1 : Antara Budi dan Kasih (Hubungan Pacaran)
Budi : “Kamu kenapa diam saja dari tadi? Wajahmu terlihat masam.”
Kasih : “Enggak apa-apa kok…”
Budi : “Pasti ada sesuatu. Kamu jadi jealous ya karena aku tadi sempat ngobrol lama dengan teman sekelasku?”
Kasih : “Sedikit iya… Aku takut kamu lebih nyaman sama dia daripada sama aku.”
Budi : “Ah, jangan begitu. Bagiku tetap hanya kamu yang paling penting.”
Percakapan 2 : Antara Cinta dan Sayang (Pertemanan)
Cinta : “Lihat deh, semua orang memuji baju barumu. Aku jadi jealous deh!”
Sayang : “Ah, bisa saja kamu. Kamu juga pasti akan terlihat cantik kalau pakai model begini.”
Cinta : “Bukan soal bajunya saja, tapi kamu selalu diperhatikan di mana pun kita pergi.”
Sayang : “Kamu juga begitu kok. Kita kan sahabat, saling mendukung bukan saling iri.”
Percakapan 3 : Antara Medi dan Sosi (Bahasa Gaul)
Medi : “Wah, kamu diajak jalan-jalan ke luar negeri sama orang tuamu? Aku jealous banget!”
Sosi : “Hahaha, nanti kalau ada kesempatan kamu pasti juga diajak kok.”
Medi : “Semoga saja ya. Soalnya aku sudah lama ingin ke sana.”
Sosi : “Tenang saja, rezeki pasti ada yang mengatur.”
Cerita Pendek tentang Jealous
Berikut cerita pendek tentang jealous:
Judul : Rasa Cemburu yang Salah Arti
Sore itu, Kasih duduk diam di sudut taman sekolah sambil menatap ke arah Budi yang sedang tertawa bersama teman sekelas perempuan yang baru pindah. Hatinya terasa sesak, perasaan jealous itu perlahan merayap masuk, membuatnya berpikir yang bukan-bukan.
“Pasti dia lebih asyik mengobrol dengannya,” batin Kasih sedih. “Mungkin dia sudah bosan bersamaku.” Ia pun memilih untuk pergi lebih dulu tanpa berpamitan, meninggalkan Budi yang baru saja menyadari kepergiannya.
Saat Budi datang ke rumahnya nanti malam, Kasih masih enggan berbicara banyak. “Kamu kenapa tiba-tiba pergi tadi?” tanya Budi lembut. Kasih hanya menjawab singkat, “Enggak apa-apa, aku cuma lelah.”
Namun Budi tahu itu bukan alasan sebenarnya. “Kamu jealous ya karena aku ngobrol sama dia?” tanyanya pelan. Kasih mengangguk pelan sambil menahan air mata. “Aku takut kamu lebih suka dia.”
Budi tersenyum dan menggenggam tangan Kasih erat. “Dia cuma bertanya tugas sekolah saja. Bagiku, tidak ada yang bisa menggantikan posisimu. Kalau kamu merasa begitu, bilang saja, jangan dipendam sendiri.”
Perlahan rasa cemburu itu hilang berganti rasa tenang. Kasih sadar, rasa jealous itu wajar, tapi tidak boleh dibiarkan buta dan merusak kepercayaan yang sudah terjalin. Mulai hari itu, mereka berjanji untuk selalu saling terbuka jika ada perasaan yang mengganjal di hati.
Cara Mengatasi Jealous
Berikut cara mengatasi jealous atau cara mengatasi perasaan cemburu atau iri hati agar tidak merusak diri maupun hubungan :
-
Sadari dan Akui Perasaan Tersebut
Jangan menyangkal atau memendamnya. Katakan pada diri sendiri : “Saya merasa cemburu, dan itu perasaan yang wajar.” Dengan mengakuinya, kamu sudah mengambil langkah pertama untuk mengatasinya. -
Kenali Penyebabnya
Tanyakan pada diri sendiri : - Apakah karena pengalaman masa lalu pernah dikhianati?
- Apakah karena rasa tidak percaya diri merasa kurang dibanding orang lain?
- Apakah karena ada tanda-tanda nyata yang membuat curiga?
Seringkali rasa cemburu muncul karena rasa takut kehilangan atau kurangnya rasa percaya diri, bukan karena kesalahan orang lain.
-
Bangun Kepercayaan Diri
Sering merasa cemburu adalah tanda kamu merasa tidak cukup baik. Fokuslah pada kelebihan dan hal-hal positif yang kamu miliki. Ingat : pasangan atau orang terdekatmu memilihmu karena kamu berharga. -
Komunikasikan dengan Tenang
Jangan meledak-ledak atau menuduh tanpa bukti. Bicarakan dengan tenang :
“Aku merasa tidak nyaman saat kamu…, karena aku khawatir… Bisakah kita…”
Sampaikan perasaanmu, bukan menuduh orang lain. -
Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain
Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tidak perlu merasa tersaingi — kehadiran orang lain tidak berarti kamu menjadi kurang berharga. -
Percaya dan Beri Ruang
Cemburu berlebihan muncul karena ingin menguasai sepenuhnya. Ingat : setiap orang tetap butuh ruang sendiri. Kepercayaan adalah pondasi hubungan. Jika kamu terus-menerus curiga tanpa alasan, hubungan justru akan terasa menyesakkan. -
Alihkan Perhatian ke Hal Positif
Jangan terus-menerus memikirkan hal yang memicu rasa cemburu. Sibukkan diri dengan hobi, belajar, berkumpul dengan teman, atau berolahraga. Semakin kamu fokus mengembangkan diri, semakin kecil rasa cemburu itu muncul. -
Bedaakan Fakta dan Perasaan
Tanyakan : Apakah ada bukti nyata? Atau hanya perasaan yang kamu buat sendiri? Seringkali apa yang kita takutkan tidak benar-benar terjadi.









Tinggalkan Balasan