JAKARTA, Wartabrita.com — Pengembangan sport tourism Jawa Barat mendapat perhatian dari Artotel Group. Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan empat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi yang menggabungkan olahraga, pariwisata, dan wellness.
Erastus menyampaikan pandangan tersebut saat menjadi pembicara dalam Business Infrastructure Forum (BIF), salah satu rangkaian Indonesia Sports Summit (ISS) 2026, yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC).
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) menggelar ISS 2026 pada 11–13 September 2026 dengan tujuan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, komunitas, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan industri olahraga nasional.
Empat Aset Olahraga Jawa Barat Punya Potensi Sport Tourism
Dalam forum tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan potensi empat aset kawasan olahraga di Jawa Barat.
Keempat aset tersebut mencakup Kawasan Sport Jabar Arcamanik, Lahan Tanjungsari, Sarana Olahraga Lodaya, dan Sarana Olahraga Padjadjaran.
Menurut Erastus, pengembangan aset tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Kolaborasi dapat membuka peluang pemanfaatan kawasan olahraga secara lebih luas sekaligus menghubungkannya dengan aktivitas pariwisata.
“Kami meyakini bahwa sport tourism dan wellness akan menjadi masa depan hospitality. Oleh karena itu, kami mendukung penuh pengembangan keempat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi sport tourism dan wellness yang memiliki nilai serta aktivitas sepanjang tahun.”
Erastus menilai pengembangan kawasan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas olahraga. Pengelola juga perlu mengintegrasikan kawasan dengan berbagai sektor pendukung agar masyarakat dan wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang dan beraktivitas.
“Kawasan olahraga tersebut harus diintegrasikan dengan sektor pariwisata seperti hospitality, retail, F&B, wellness, entertainment, serta komunitas untuk menjadi peluang dalam menciptakan utilisasi infrastruktur olahraga yang lebih konsisten sekaligus membuka sumber pendapatan baru,” ujar Erastus.
Sport Tourism dan Wellness Jadi Bagian dari Ekosistem Hospitality
Konsep sport tourism menghubungkan aktivitas olahraga dengan perjalanan wisata. Sementara itu, wellness dapat mencakup berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kebugaran, relaksasi, kesehatan, dan gaya hidup.
Bagi industri hospitality, integrasi kedua konsep tersebut dapat memperluas fungsi sebuah kawasan. Hotel, restoran, pusat kebugaran, ruang hiburan, ritel, dan fasilitas olahraga dapat saling mendukung untuk menciptakan aktivitas sepanjang tahun.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah ISS 2026 yang mendorong olahraga tidak hanya sebagai aktivitas kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari industri yang mencakup investasi, teknologi, bisnis, dan berbagai sektor pendukung lainnya.
Kemenpora juga memasukkan dukungan dan promosi wisata olahraga sebagai salah satu program strategis pengembangan industri olahraga pada 2026.
Artotel Group Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Partisipasi Artotel Group dalam Indonesia Sports Summit 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk berbagi pengalaman di sektor hospitality dalam pengembangan kawasan olahraga.
Artotel Group melihat integrasi antara olahraga dan pariwisata sebagai peluang untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan berbagai sektor.
Model pengembangan seperti ini dapat menghubungkan fasilitas olahraga dengan akomodasi, kuliner, hiburan, ritel, wellness, serta komunitas.
Dengan pendekatan tersebut, kawasan olahraga tidak hanya berfungsi ketika terdapat pertandingan atau kegiatan olahraga tertentu. Berbagai aktivitas pendukung dapat berlangsung sepanjang tahun dan membuka peluang pemanfaatan fasilitas secara lebih luas.
Indonesia Sports Summit 2026 Bahas Masa Depan Industri Olahraga
Indonesia Sports Summit 2026 mengusung tema “Beyond The Game 2.0: From Nation Building to Global Industry”. Kemenpora menyebut ISS sebagai wadah yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem olahraga Indonesia.
Selain forum diskusi, ISS 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan industri olahraga, termasuk pameran, jejaring, serta agenda pengembangan karier di sektor olahraga.
Melalui forum tersebut, pembahasan mengenai pengembangan sport tourism Jawa Barat menjadi salah satu gambaran bagaimana infrastruktur olahraga dapat terhubung dengan sektor pariwisata dan hospitality.
Tentang Artotel Group
Artotel Group merupakan perusahaan manajemen hotel Indonesia yang mengintegrasikan empat unit bisnis, yaitu hotel melalui Stay, makanan dan minuman melalui Dine, manajemen acara melalui Play, serta Curated Merchandise melalui Shop.
Artotel Group mengelola lebih dari 100 hotel dengan lebih dari 10.000 kamar di berbagai wilayah Indonesia. Portofolionya mencakup sejumlah brand seperti ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, ROOMS INC, serta brand waralaba seperti KYRIAD, GOLDEN TULIP, dan ROYAL TULIP.
Selain bisnis hospitality, Artotel Group juga mengembangkan bisnis Food & Beverage, event management melalui ARTOTEL Play, serta produk kreatif melalui ARTOTEL Goods.




Tinggalkan Balasan