Arti Kata Frigid dan Penggunaannya dalam Berbagai Konteks
JAKARTA, Wartabrita.com – Frigid adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris dan memiliki berbagai arti tergantung konteks penggunaannya. Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan muda di Riau, istilah ini sering digunakan baik dalam percakapan formal maupun informal. Untuk memahami lebih jelas tentang frigid, berikut penjelasan lengkap mengenai artinya, contoh kalimat, percakapan, cerita pendek, hingga cara mengatasi kondisi frigid.
Arti Kata Frigid atau Frigid Artinya
Secara umum, frigid berarti sangat dingin, kaku, atau tidak menunjukkan perasaan hangat. Namun, maknanya bisa berbeda tergantung situasi:
- Dalam konteks iklim, frigid merujuk pada suhu yang sangat dingin atau membeku.
-
Contoh: “Udara di pegunungan itu terasa sangat frigid saat malam tiba.”
-
Dalam konteks sikap dan perilaku, frigid menggambarkan seseorang yang bersikap dingin, kaku, tidak ramah, atau tertutup.
-
Contoh: “Sikapnya yang frigid membuat orang lain segan untuk mendekatinya.”
-
Dalam konteks hubungan dan medis, frigid mengacu pada kondisi seseorang (biasanya perempuan) yang sulit merasakan kenikmatan seksual, tidak memiliki gairah, atau menolak hubungan fisik karena rasa takut atau ketidakmampuan merespons rangsangan.
-
Dalam bahasa gaul, frigid digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sangat dingin perasaannya, cuek, atau tidak mudah terbawa suasana romantis.
Contoh Kalimat Menggunakan Kata Frigid
Berikut beberapa contoh kalimat menggunakan kata frigid dalam berbagai konteks:
1. Konteks Cuaca dan Suhu
- Angin bertiup kencang membawa udara frigid yang menusuk tulang di puncak gunung itu.
- Para penjelajah harus bersiap menghadapi musim dingin yang sangat frigid di wilayah utara.
- Permukaan danau itu tertutup es tebal akibat suhu frigid yang terjadi selama berhari-hari.
2. Konteks Sikap dan Perilaku
- Meskipun sudah disapa dengan ramah, ia tetap bersikap frigid dan hanya menjawab seperlunya saja.
- Karyawan itu merasa sungkan berbicara lebih jauh karena tatapan bosnya terasa begitu frigid.
- Sifatnya yang frigid membuat banyak orang mengira ia sombong, padahal ia hanya pemalu.
3. Konteks Hubungan dan Emosi
- Hubungan mereka perlahan renggang karena sikap pasangannya yang semakin frigid dan dingin.
- Semula penuh kasih sayang, kini responnya berubah menjadi frigid setiap kali disentuh.
- Tanpa alasan yang jelas, ia menutup hatinya dan bersikap frigid terhadap orang yang mendekatinya.
4. Konteks Bahasa Gaul
- “Jangan harap dia bakal merespons cepat, orangnya emang tipe yang frigid banget kalau soal perasaan.”
- “Wah, kamu kok jadi frigid gitu sih? Padahal tadi masih asyik ngobrol.”
- “Jangan kecewa dulu, mungkin dia lagi capek makanya terlihat frigid.”
Contoh Percakapan tentang Frigid
Berikut contoh percakapan yang menggunakan kata frigid:
Percakapan 1: Konteks Sikap dan Perilaku
Dina : “Kamu lihat cara dia menyapa tamu tadi?”
Raka : “Iya, terasa sekali sikapnya yang frigid, seolah tidak senang kami datang.”
Dina : “Padahal kami sudah berusaha bersikap ramah dan sopan.”
Raka : “Mungkin memang sifatnya seperti itu, atau ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.”
Percakapan 2: Konteks Hubungan
Leo : “Aku merasa ada yang berubah darimu belakangan ini.”
Sari : “Maksudmu bagaimana?”
Leo : “Setiap kali aku mencoba mendekat, sikapmu terasa begitu frigid dan menjauh.”
Sari : “Maaf ya… Aku sedang berusaha menata perasaan dulu, bukan bermaksud menolakmu.”
Percakapan 3: Konteks Bahasa Gaul
Tio : “Kok kamu diam saja dari tadi? Biasanya heboh kalau ada musik begini.”
Eka : “Lagi malas bersuara saja, jadi aku frigid dulu deh hari ini.”
Tio : “Oke deh, aku paham. Kalau sudah siap ceria lagi bilang saja ya.”
Eka : “Terima kasih sudah mengerti.”
Cerita Pendek tentang Frigid
Judul: Di Balik Sikap yang Dingin
Sejak kejadian itu, senyum Ani seakan hilang tertiup angin. Siapa pun yang mencoba mendekat akan disambut wajah datar dan jawaban seperlunya saja. Banyak orang mengira ia sombong, atau memang bersifat frigid sejak lahir.
Bagi Bima yang diam-diam menyayanginya, perubahan itu terasa sangat berat. Dulu Ani adalah orang yang paling ceria, selalu tertawa, dan tak segan menunjukkan perasaannya. Kini, setiap kali ia mencoba mengajak bicara atau sekadar menyapa, respon Ani terasa begitu dingin, kaku, dan jauh.
“Apa aku pernah melakukan kesalahan padanya?” tanya Bima dalam hati. Namun ia tak pernah berani bertanya langsung, takut justru semakin menjauhkan Ani.
Hingga suatu sore, saat hujan turun deras, Bima melihat Ani duduk sendirian di bangku taman. Ia tak langsung mendekat, melainkan hanya berdiri menjaga jarak, membiarkan Ani tahu bahwa ia ada di sana tanpa memaksanya bicara. Lama sekali Ani diam, hingga akhirnya air matanya jatuh perlahan.
“Maafkan aku…” suara Ani terdengar lirih. “Aku bukan bermaksud bersikap frigid padamu. Aku hanya takut terluka lagi, jadi aku menutup diri.”
Bima mendekat perlahan, tidak menyentuhnya, hanya duduk di sampingnya. “Aku tahu. Aku tidak akan memaksamu untuk segera berubah. Aku hanya ingin kamu tahu, aku ada di sini.”
Perlahan namun pasti, tembok dingin yang ia bangun mulai retak. Sikap frigid itu ternyata bukan sifat aslinya, melainkan pelindung yang ia pasang untuk melindungi hati yang sedang terluka.
Cara Mengatasi Frigid
Secara istilah, frigiditas mengacu pada kondisi saat seseorang (terutama wanita) mengalami penurunan atau hilangnya gairah, hasrat, dan kemampuan merasakan kenikmatan seksual. Penyebabnya bisa fisik, hormonal, psikologis, maupun hubungan. Berikut cara mengatasinya:
1. Pemeriksaan Medis dan Penanganan Fisik
- Periksa ke dokter (dokter kandungan atau endokrinologis) untuk mengetahui penyebab fisik: kadar hormon, penyakit kronis, efek obat, kekeringan vagina, dll.
- Terapi hormon jika penyebabnya penurunan estrogen atau testosteron (terutama pascamenopause atau pascamelahirkan). Bisa berupa krim lokal, obat minum, atau tempel kulit.
- Gunakan pelumas vagina jika kekeringan menyebabkan nyeri saat berhubungan.
- Sesuaikan obat-obatan jika ada obat yang menurunkan gairah (antidepresan, obat darah tinggi, dll.), konsultasikan penggantian dosis atau jenis dengan dokter.
- Senam Kegel untuk memperkuat otot dasar panggul agar sensasi meningkat.
2. Pendekatan Psikologis dan Emosional
- Konseling atau Psikoterapi, terutama jika ada trauma masa lalu, pelecehan, kecemasan, depresi, atau rasa malu bersalah terkait seksualitas. Terapi Perilaku Kognitif (CBT) sangat efektif.
- Terapi Seks untuk bimbingan terapis dalam memahami tubuh, mengurangi tekanan “harus berhasil”, dan belajar menikmati sentuhan tanpa tekanan.
- Kelola stres dan kelelahan dengan cukup istirahat, olahraga teratur, relaksasi, meditasi, yoga.
- Penerimaan diri dan citra tubuh positif untuk menghilangkan rasa malu terhadap tubuh dan seksualitas.
3. Komunikasi dan Hubungan dengan Pasangan
- Bicarakan secara terbuka perasaan, kebutuhan, ketakutan, dan apa yang terasa menyenangkan atau tidak. Jangan dipendam sendiri.
- Libatkan pasangan dalam terapi untuk memastikan pasangan paham dan mendukung, bukan menekan.
- Luangkan waktu keintiman non-seksual untuk membangun kedekatan emosional dulu sebelum fisik. Teknik fokus sensasi (sentuhan tanpa tekanan mencapai orgasme) sangat dianjurkan.
- Foreplay yang cukup agar tidak terburu-buru; eksplorasi keinginan bersama.
4. Perubahan Gaya Hidup Mandiri
- Pola makan sehat dan seimbang, cukup gizi.
- Olahraga teratur untuk melancarkan peredaran darah.
- Kurangi alkohol, rokok, kafein berlebih.
- Tidur cukup dan kelola kelelahan kronis.
- Eksplorasi tubuh sendiri untuk mengenali apa yang memberi rasa nyaman.









Tinggalkan Balasan