Penampilan Paskibraka Kota Tarakan Dinilai Mengagumkan
Penampilan Paskibraka Kota Tarakan dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026), mendapat penilaian positif dari tim pelatih. Tim pelatih menilai bahwa seluruh rangkaian tugas yang dijalani oleh Paskibraka berjalan sesuai dengan konsep dan latihan yang telah diberikan sebelumnya.
Sertu Sugiarno, pelatih Paskibraka dari Kodim 0907/Tarakan, mengatakan bahwa penampilan para Paskibraka pada upacara pagi tersebut bahkan dinilai cukup luar biasa.
“Penampilan adik-adik Paskibraka sudah sesuai dengan apa yang kita instruksikan. Apa yang kita latihkan selama waktu kurang lebih 10 hari untuk adik-adik Paskibraka, dan 5 hari untuk pasukan pengawal 45. Jadi sudah sesuai harapan pelatih,” ujar Serda Sugiarno.
Sebelumnya, latihan bagi Paskibraka dimulai pada 3 Agustus hingga 14 Agustus. Sementara itu, pasukan TNI-Polri sebagai pasukan pengawal 45 mulai berlatih pada 10 Agustus. Adapun pasukan 8 dan Danpas mulai berlatih sejak 8 Agustus.
Meski hasil akhir pelaksanaan dinilai sesuai harapan, tim pelatih tetap menghadapi sejumlah tantangan selama masa persiapan. Salah satunya adalah kondisi cuaca di Tarakan yang dalam beberapa hari terakhir cukup ekstrem.
“Kendala latihan selama ini, kita tahu sendiri berapa hari ini cuaca di Tarakan cukup ekstrem. Itu salah satu kendala kami,” kata Sugiarno.
Selain cuaca, keterbatasan waktu latihan juga menjadi perhatian tim pelatih. Waktu latihan yang seharusnya mungkin dari tahun kemarin atau tahun ini diakuinya sedikit-sedikit dipangkas.
“Tapi Alhamdulillah walaupun dipangkas, tapi bisa berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya,” lanjutnya.
Tim pelatih sendiri terdiri dari unsur TNI dan Polri. Sertu Sugiyarno berasal dari Kodim 0907/Tarakan. Selain dirinya, ada Serma Maman Setyawan dari Kodim 0907/Tarakan, Sertu Abilawa dari Satradar 225 Tarakan, Aiptu Fadli Abdullaah dari Polres Tarakan, serta Bripka Rian dari Polres Tarakan.
“Untuk pelatih, saya sendiri Serma Sugiyarno dari Kodim 0907/Tarakan. Rekan saya ini Pak Serma Maman Setyawan dari Kodim 0907/Tarakan. Sertu Abilawa dari Satradar Tarakan. Pak Fadli dari Polres Tarakan, dan Bripka Rayyaan dari Polres Tarakan,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai evaluasi atau kekurangan selama latihan, tim pelatih menyebut tidak ada catatan khusus yang mengganggu pelaksanaan. Namun, tim pelatih memberikan satu catatan untuk pelaksanaan ke depan.
“Sebagai tambahan saja, waktu latihan kalau bisa diperpanjang lagi supaya bisa lebih maksimal lagi,” ujar tim pelatih.
Dengan demikian, waktu latihan menjadi salah satu evaluasi penting agar persiapan Paskibraka pada tahun berikutnya dapat dilakukan lebih maksimal.
Sugiarno kembali menegaskan bahwa penampilan Paskibraka pada upacara HUT ke-81 RI telah sesuai dengan konsep yang diberikan selama latihan. Ia juga menjelaskan bahwa dalam tim pelatih tidak terdapat satu pihak yang menjadi pemimpin tunggal.
“Kalau kita di sini sebagai bahasanya tim pelatih, jadi semua memiliki peran masing-masing dalam tim. Tidak ada yang memimpin ya, tapi sama-sama siap,” ujarnya.
Pada upacara HUT ke-81 RI tahun ini, salah satu konsep yang ditampilkan adalah formasi 81. Sugiarno menjelaskan, Paskibraka dan pasukan TNI-Polri memiliki pembagian peran dalam membentuk formasi tersebut.
“Untuk formasi 81, untuk adik-adik Paskibraka kita konsep membentuk angka 1-nya. Terus dari pasukan 45 dari TNI-Polri membentuk pasukan 8. Jadi pasukan 8 membelah antara huruf 1 dan huruf 8,” jelasnya.
Menurutnya, formasi tersebut sebenarnya telah direncanakan jauh-jauh hari. “Kalau dari latihan sudah pasti sudah kita rencanakan jauh-jauh hari, jadi tinggal melaksanakan saja yang sudah kita rencanakan. Dan alhamdulillah dari latihan sampai dengan pelaksanaan hari ini berjalan sesuai yang direncanakan oleh pelatih,” ujarnya.
Namun, ada konsep lain yang belum dapat ditampilkan tahun ini karena keterbatasan waktu latihan. “Untuk formasi 81, sebenarnya konsep awalnya antara 45 dan 17 ini akan bergabung, tapi karena terbatasnya waktu, kami tidak berani menampilkan itu. Kami hanya menampilkan untuk antara 45 dan 17 terpisah,” jelas Sugiyarno.
Penggabungan antara pasukan 45 dan 17 membutuhkan waktu latihan bersama. Sugiarno menjelaskan, baik Paskibraka maupun TNI-Polri harus menjalani latihan secara bersama agar formasi tersebut dapat diwujudkan dengan baik.
“Disesuaikan, karena kalau digabung latihannya harus sama-sama, antara adik-adik pelajar dan TNI-Polri sama-sama,” katanya.
Sementara itu, pasukan TNI-Polri baru mulai bergabung dalam latihan pada 10 Agustus. Dengan waktu latihan yang hanya sekitar empat hari untuk latihan bersama, tim pelatih memilih tidak memaksakan konsep penggabungan tersebut. Namun, peluang untuk mewujudkannya tetap terbuka jika waktu persiapan ditambah.
Evaluasi tahun ini juga menjadi bahan bagi tim pelatih untuk menyiapkan konsep pada peringatan HUT RI tahun berikutnya. Sugiyarno mengatakan pihaknya akan kembali merancang konsep baru.
“Tahun depan kita konsep lagi, ya mungkin nanti formasi baru atau kita formasi 82, nanti akan kita rencanakan lagi untuk tahun depan,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah formasi 82 akan lebih sulit karena harus membentuk angka dua, Sugiarno menegaskan bahwa bagi pelatih tidak ada istilah sulit.
“Sebenarnya tidak ada kata sulit bagi pelatih. Harus, tidak ada kata sulit bagi pelatih. Mungkin membutuhkan orang yang lebih banyak lagi,” katanya.
Dalam keseluruhan pelaksanaan formasi dan pengamanan tugas Paskibraka, terdapat 46 personel TNI-Polri di luar anggota Paskibraka. Sugiarno merinci, dari TNI AD terdapat 12 personel. “Untuk pasukan dari TNI AD itu berjumlah 12 orang, terdiri dari 1 Danpas, 1 pasukan pengawal, dan 10 pasukan 45,” jelasnya.
Dari TNI AL terdapat 11 personel. 1 sebagai pengawal, 10 sebagai pasukan 45. Sementara dari TNI AU terdapat 12 personel. 1 sebagai Danpas, 1 sebagai pengawal, 10 sebagai pasukan 45. Sedangkan dari Polri berjumlah 11 personel. 1 sebagai pengawal, 10 sebagai pasukan 45.
“Jadi total untuk TNI-Polri berjumlah 46 orang,” jelas Sugiarno. Jumlah tersebut berada di luar anggota Paskibraka. Jika digabung keseluruhan totalnya jadi keseluruhan 79.
Sementara itu, Paskibraka Kota Tarakan sendiri berjumlah 33 orang yang terdiri dari 17 putri dan 16 putra.




Tinggalkan Balasan