SOLO, Wartabrita.com – Eggi Sudjana bersama Damai Hari Lubis diketahui melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo. Pertemuan tersebut berlangsung secara mendadak di kediaman pribadi Jokowi pada Kamis (8/1/2026), dan tidak terbuka untuk umum.
Informasi mengenai pertemuan itu dibenarkan oleh ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah. “Ya, betul,” ungkap Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah. Dalam pertemuan tersebut, Eggi hadir didampingi kuasa hukumnya Elida Netty serta sejumlah pengurus relawan. Agenda pertemuan disebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus klarifikasi terkait polemik ijazah Jokowi yang sempat bergulir di ruang publik.
Akui Keaslian Ijazah Jokowi
Usai pertemuan, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis akhirnya mengakui keabsahan ijazah Jokowi. Keduanya menyatakan ijazah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah asli, setelah melihat langsung dokumen otentik yang diperlihatkan dalam pertemuan tersebut.
Menanggapi pengakuan itu, Jokowi menegaskan bahwa kebenaran harus ditempatkan secara proporsional, dengan memisahkan ranah pribadi dan hukum. “Ya memang asli. Urusan maaf-memaafkan urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum,” ujarnya.
Jokowi juga menyampaikan bahwa secara personal dirinya tidak menutup ruang untuk memaafkan pihak-pihak yang sebelumnya melontarkan tudingan. Namun, ia menekankan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. “Kalau memang ada ruang memaafkan, kenapa tidak juga kita lakukan. Tapi sekali lagi, urusan maaf-memaafkan urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum,” terangnya.
Untuk mengakhiri polemik yang berkembang di masyarakat, Jokowi menyatakan kesiapannya hadir di persidangan apabila diminta. Ia bahkan bersedia membawa seluruh ijazah asli yang dimilikinya. “Kalau diminta oleh Yang Mulia Hakim, saya akan datang, terutama untuk menunjukkan ijazah asli SD, SMP, SMA, sampai S1 akan saya tunjukkan semua,” pungkasnya.
Meski telah ada pengakuan terkait keaslian ijazah tersebut, aparat kepolisian memastikan proses hukum terhadap para tersangka tetap berlanjut. Sebelumnya, polisi juga telah memastikan keaslian ijazah UGM Jokowi melalui uji laboratorium forensik, termasuk pemeriksaan kertas, tinta tanda tangan, dan stempel resmi.
Bantahan Isu Permintaan Maaf
Di tengah beredarnya kabar bahwa Eggi Sudjana datang untuk menyampaikan permohonan maaf, klaim tersebut dibantah oleh Mikhael Sinaga, host Sentana TV. Ia mengaku memperoleh klarifikasi langsung dari Eggi melalui sambungan telepon.
“Bang Eggi Sudjana sendiri yang mengangkat telepon saya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada permintaan maaf. Sama sekali tidak ada,” ujar Mikhael dalam siaran channel YouTube Sentana TV, Kamis, dikutip dari Tribunnews.
Menurut Mikhael, Eggi menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi atau upaya penyelesaian secara personal. Agenda itu disebut sebagai kelanjutan dari proses hukum terkait dugaan ijazah palsu yang dilaporkan TPUA sejak April 2025.
“Ini pertemuan kedua. Follow up. Tujuannya jelas, bukan silaturahmi biasa, apalagi minta maaf,” kata Mikhael menegaskan. Bahkan, Eggi diklaim justru menyampaikan pandangan dan nasihat kepada Jokowi. “Yang terjadi justru sebaliknya. Bang Eggi mengatakan dia menasihati Jokowi. Memberikan pandangan dan peringatan moral,” ujar Mikhael.
Ia juga menepis adanya dugaan kesepakatan tersembunyi atau transaksi tertentu dalam pertemuan tersebut. “Bang Eggi menekankan tidak ada kompromi, tidak ada pencairan dana, murni dialog kritis,” tambah Mikhael.
Disorotnya Peran Aparat Kepolisian
Sorotan lain muncul terkait kehadiran aparat kepolisian aktif dalam pertemuan tersebut. Eggi menyebut dua anggota polisi, terdiri dari seorang penyidik dan atasannya, turut masuk ke rumah Jokowi. Hal ini dinilai berpotensi melanggar etika hukum karena mempertemukan pelapor dan terlapor.
“Pelapor dan terlapor tidak boleh dipertemukan, apalagi dimediasi penyidik aktif. Ini bahaya dan mencoreng penegakan hukum,” tegasnya.
Mikhael juga mempertanyakan narasi permintaan maaf yang disampaikan ajudan Jokowi kepada media, mengingat pertemuan tersebut disebut sebagai agenda tertutup. “Kalau dibilang rahasia, kenapa malah disampaikan ke media?” ujarnya.
Eggi Janji Buka Penjelasan
Mikhael mengungkapkan bahwa Eggi Sudjana berencana memberikan penjelasan terbuka kepada publik dalam waktu dekat, termasuk soal detail pertemuan dan keterlibatan aparat. “Bang Eggi bilang, Jumat nanti dia akan menjelaskan secara terbuka. Silakan publik menilai sendiri,” katanya.
Ia juga mengajak Damai Hari Lubis untuk ikut memberikan keterangan agar publik memperoleh gambaran yang utuh. Menurut Mikhael, isu ini penting karena menyangkut netralitas aparat penegak hukum. “Kalau ini benar, ini bukan masalah kecil. Ini persoalan serius bagi reformasi Polri,” tegasnya.
“Yang jelas, satu hal penting harus diluruskan: Eggi Sudjana tidak datang untuk minta maaf. Ia datang untuk menyampaikan sikap dan nasihat,” katanya.









Tinggalkan Balasan