Lewati ke konten

Home

About Us

Advertisement

Contact Us

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Feed RSS
  • TikTok
WartaBrita

WartaBrita

Info Update Terpercaya

  • Home nasional
  • Internasional
  • Sports
  • otomotif
  • Tekno
  • Muslim
  • Travculpedia
  • Daerah
  • Ekonomi
Search

8 Brand Ini Bukan Produk Luar Negeri, Tapi Asli Indonesia!

Avatar Dewa Saputra
Dewa Saputra
Selasa, 18 Agustus 2026 – 00:05
8 Brand Ini Bukan Produk Luar Negeri, Tapi Asli Indonesia!

Merek-Merek Indonesia yang Sering Disepelekan

Brand atau merek menjadi nilai jual bagi sebuah perusahaan. Semakin baik dan besar merek tersebut, semakin menjual juga produk-produknya. Terkadang, para pengusaha putar otak untuk membuat merek mereka terdengar keren dan mentereng agar punya nilai jual lebih. Nama-nama istilah bahasa Inggris atau yang terdengar seperti bahasa Inggris kerap dinilai “lebih menjual”. Di Indonesia pun, banyak merek ternama yang dikira punya asing. Padahal, itu produk kebanggaan bangsa Indonesia lho.

Berikut ini beberapa produk yang sering dikira merek asing padahal brand asli Indonesia:

1. J.co



J.co atau J.Co didirikan oleh salah seorang pengusaha salon asli Indonesia bernama Johnny Andrean pada 2005. Sebelumnya produk ini dikenal dengan nama J.co Donut & Coffee. Ide awal merintis J.co muncul dari kebiasaan Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke Amerika Serikat. Kala itu Johnny gemar mencicipi berbagai donat khas Amerika. Dari kegemarannya tersebut, Johnny mulai terinspirasi untuk memulai bisnis donat khas Amerika. Dari ide bisnis donat tersebut, awalnya Johnny berniat untuk menjalin kerjasama dengan waralaba donat asli Amerika. Namun ternyata harapan tersebut tak jadi diwujudkan karena adanya keterbatasan seputar varian produk dan proses pemantauan kualitas. Akhirnya Johnny Andrean memutuskan untuk memulai bisnis donatnya secara independen.

2. Hokben



Hokben dikenal sebagai fast food yang menghidangkan makanan Jepang. Tak jarang yang mengira Hokben adalah merek franchise dari Jepang. Padahal, Hokben asli produk anak negeri. Awalnya brand Hokben bernama Hoka Hoka Bento. Pada 18 April 1985, Hoka Hoka Bento pertama kalinya didirikan di bawah naungan PT Eka Bogainti. Perusahaan tersebut didirikan oleh Hendra Arifin. Restoran pertama berlokasi di Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

3. Lea Jeans



Lea merupakan salah satu merek jeans terkemuka di dunia. Merek ini merupakan salah satu produksi dari perusahaan asal Indonesia yang beroperasi di Tangerang, Banten yang bernama PT Lea Sanent. Merek ini pertama kali diluncurkan sejak tahun 1976 untuk menyediakan pakaian casual, jeans serta aksesoris dengan desain dan gaya ala Amerika Latin. Hal ini dipertegas dengan logo yang digunakan pada merek Lea sangat mirip dengan bendera negara adidaya tersebut. Karena beberapa hal inilah yang membuat beberapa orang terkecoh dengan merek Lea. Banyak orang menganggap bahwa Lea merupakan merek internasional asal Amerika.

4. Casablanca



Casablanca merupakan merek parfum, deodoran, dan produk perawatan tubuh yang pertama kali diperkenalkan pada 1980. Merek ini dimiliki oleh PT. Priskila Prima Makmur yang berkantor pusat di Jakarta. Parfum Casablanca, yang dalam iklan-iklannya banyak menghadirkan model bule itu, nyatanya diproduksi di Muara Kapuk, Jakarta. Selain Casablanca, Priskila juga memproduksi produk-produk wewangian dan perawatan diri lainnya dengan merek Bellagio, Camellia, dan Regazza.

5. Tomkins



PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk. (“Perseroan”) didirikan pada tahun 1988 dengan nama PT Bintang Kharisma, dengan status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada 1994, Perseroan mencatatkan dan menjual sahamnya di Bursa Efek Jakarta, dan menjadi PT Bintang Kharisma Tbk. Pada tahun 1997, Perseroan mengganti nama dari PT Bintang Kharisma Tbk menjadi PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk. Perseroan bergerak di industri alas kaki, meliputi produksi dan pemasaran sepatu jenis sports/casual ke pasar lokal dan internasional. Pada awal pendirian, Perseroan memproduksi sepatu sport seluruhnya dengan tujuan ekspor. Namun, pada 2002, Reebok yang merupakan buyer utama Perseroan melakukan relokasi usaha yang berakibat terhentinya order. Seiring dengan terhentinya order ekspor tersebut, Perseroan mulai merintis penjualan sepatu di pasar dalam negeri dengan merek sendiri yaitu “Tomkins”. Sampai saat ini, penjualan sepatu Tomkins telah tersebar ke seluruh Indonesia.

6. The Executive



EXECUTIVE atau yang dahulu dikenal sebagai The Executive adalah merek pakaian kerja dan gaya hidup dinamis untuk pria dan wanita dengan standar kualitas internasional. Dengan kualitas tersebut, tak heran jika banyak orang mengira ini adalah produk luar negeri. Padahal Executive adalah produk fesyen asal Indonesia di bawah naungan PT Delami Garment Industries (Delamibrands). Perusahaan induk Delamibrands didirikan oleh Johanes Farial di Bandung sebagai industri rumahan pembuat celana panjang pada 1979. Pada 1984, brand Executive 99 diciptakan sebagai pemimpin pasar celana pria. Pada 2000, merek ini berganti nama menjadi The Executive seiring pergantian kepemilikan dan perluasan lini produk. Pada 2022, produk ini melakukan rebranding menjadi EXECUTIVE, menanggalkan kata “The” guna memperluas pasar dari pakaian kantor formal (officewear) menjadi pakaian kerja harian yang kasual dan modern (workwear & lifestyle).

7. SilverQueen



Salah satu penguasa pasar produk coklat batangan di Indonesia ini seringkali dikira produk asal luar negeri. Maklum, nama brandnya menggunakan bahasa Inggris. Padahal, SilverQueen adalah merek cokelat legendaris asal Garut, Jawa Barat, Indonesia yang lahir pada 1950-an. Brand ini lahir di bawah naungan PT Perusahaan Industri Ceres yang didirikan oleh Ming Chee Chuang, seorang imigran asal Burma (Myanmar) keturunan Tionghoa.

8. Krisbow



Krisbow adalah merek perkakas, permesinan, dan perlengkapan teknik asal Indonesia yang diluncurkan pada tahun 1998 oleh Kawan Lama Group. Merek ini lahir saat krisis moneter untuk menyediakan produk alternatif berkualitas dengan harga terjangkau. Nama “Krisbow” berasal dari singkatan nama Krisnandi Wibowo, salah satu putra pendiri kelompok usaha tersebut. Awalnya, Kawan Lama adalah toko perkakas sederhana milik Wong Jin yang berdiri sejak 1955 di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Posts by wartabritaa

About Us

Wartabrita

Warta Brita adalah media digital independen yang hadir untuk menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa informasi yang jujur dan akurat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cerdas.

Berdiri dengan semangat jurnalisme positif, kami berkomitmen menyuguhkan konten dari berbagai kategori seperti:

  • Berita Terkini
  • Nasional & Internasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Inspirasi & Viral

Warta Brita dikelola oleh tim muda yang profesional, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami memadukan kecepatan dalam menyajikan informasi dengan ketelitian dalam memverifikasi fakta.

Latest Articles

  • Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian Premium hingga Rumah Subsidi

    Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian Premium hingga Rumah Subsidi

    Kamis, 20 Agustus 2026 – 20:28
  • 5 Rekomendasi Resto Kids Friendly Sentul, Ada Mini Zoo hingga View Alam

    5 Rekomendasi Resto Kids Friendly Sentul, Ada Mini Zoo hingga View Alam

    Rabu, 19 Agustus 2026 – 23:38
  • 5 Tips Merawat Baterai Mobil Listrik VinFast agar Tetap Optimal

    5 Tips Merawat Baterai Mobil Listrik VinFast agar Tetap Optimal

    Selasa, 18 Agustus 2026 – 16:59

Tiktok wartabrita

@wartabrita
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

Copyright ©2026 WartaBrita. All Rights Reserved

Scroll to Top