Lewati ke konten

Home

About Us

Advertisement

Contact Us

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Feed RSS
  • TikTok
WartaBrita

WartaBrita

Info Update Terpercaya

  • Home nasional
  • Internasional
  • Sports
  • otomotif
  • Tekno
  • Muslim
  • Travculpedia
  • Daerah
  • Ekonomi
Search

Elektabilitas Rudy Masud – Seno Aji 58,7% Kalahkan Petahana di Pilkada Kaltim

Avatar Djevit Pray
Djevit Pray
Selasa, 22 Oktober 2024 – 21:19
Elektabilitas Rudy Masud – Seno Aji 58,7% Kalahkan Petahana di Pilkada Kaltim

Wartabrita.com – Pilkada Kalimantan Timur (Kaltim) 2024 akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 27 November mendatang. Saat ini, para kandidat tengah giat melakukan kampanye untuk menarik perhatian dan memikat hati masyarakat.

Lalu, siapakah calon gubernur dan calon wakil gubernur yang paling banyak dipilih oleh masyarakat Kaltim? Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) mengungkapkan hasil survei mengenai dua pasangan calon kepala daerah Kaltim.

“Pasangan Rudy Masud dan Seno Aji mendapatkan angka elektabilitas yang cukup signifikan, yaitu sebesar 58,7%. Di sisi lain, pasangan petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi hanya memperoleh angka elektabilitas sebesar 32,7%, dan persentase responden yang tidak memberikan pilihan mencapai 8,6%,” kata Direktur Eksekutive LPMM Alamsyah Wijaya keterangannya, Selasa (22/10/2024).

Alamsyah menyatakan, dalam kategori Top of Mind, yang merupakan pertanyaan terbuka, nama calon gubernur dan calon wakil gubernur petahana, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, hanya dipilih secara spontan oleh 30,1% responden.

Sebaliknya, pasangan penantang Rudy Masud dan Seno Aji berhasil meraih 51,7% suara spontan, sedangkan 18,2% responden tidak memberikan jawaban.

Selanjutnya, dalam pertanyaan tertutup di mana responden diminta memilih salah satu pasangan calon kepala daerah Kaltim, hasilnya menunjukkan bahwa pasangan petahana, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, memperoleh 32,7% suara, sementara pasangan Rudy Masud dan Seno Aji mendapatkan 58,7% suara. Selain itu, sebanyak 8,6% responden tidak memberikan pilihan.

 

Dikatakan, jika dilihat dari hasil survei ini, elektabilitas Rudy Masud dan Seno Aji tampak sulit untuk dikejar oleh pasangan petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

“Masih ada waktu sekitar lima minggu yang dapat dimanfaatkan. Namun, dengan selisih angka yang mencapai 25% dan sisa waktu yang terbatas, akan sangat berat bagi petahana untuk mengejar elektabilitas penantangnya,” ujarnya.

Meskipun sulit, lanjutnya, hal itu bukan berarti mustahil, tergantung pada strategi yang akan diterapkan oleh petahana dalam upaya meraih suara. Menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja petahana yang berada di bawah 50% menjadi salah satu penyebab rendahnya elektabilitas mereka.

Dalam temuan survei, ketika masyarakat Kaltim diminta untuk menilai kinerja Isran Noor dan Hadi Mulyadi, hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kepuasan (approval rating) terhadap kinerja mereka sebagai gubernur hanya mencapai 40,3%.

Rinciannya, 32,4% responden merasa puas dan 7,9% merasa sangat puas, sementara yang tidak puas mencapai 51,4%, dan yang sangat tidak puas hanya 2,7%. Dalam survei tersebut, responden juga ditanya apakah Isran Noor dan Hadi Mulyadi layak untuk dicalonkan kembali selama lima tahun ke depan. Hasilnya, 61,8% responden menjawab tidak layak, sedangkan 31,9% menjawab layak.

LPMM mencatat beberapa faktor berkontribusi terhadap potensi kekalahan Isran Noor dan Hadi Mulyadi sebagai petahana. Pertama, ketidakmampuan calon petahana untuk memberikan inovasi atau perubahan yang signifikan selama masa jabatannya.

Hal itu, membuat masyarakat merasa bahwa di bawah pemerintahan mereka, Kalimantan Timur, yang kaya dengan sumber daya alam, tidak berkembang secara optimal dan tidak memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jika calon petahana gagal menunjukkan proyek-proyek yang berhasil atau gagasan segar untuk masa depan Kalimantan Timur, yang akan menjadi Ibu Kota Negara, pemilih mungkin lebih memilih calon baru yang dianggap memiliki visi yang lebih baik,” ucapnya.

Kedua, gaya kepemimpinan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat juga dapat menyebabkan kekalahan calon petahana. Jika calon petahana tidak memperhatikan aspirasi masyarakat atau tidak responsif terhadap kebutuhan mereka, pemilih cenderung mencari perubahan dengan memilih calon baru yang menawarkan pendekatan kepemimpinan yang lebih sesuai.

Padahal, sambungnya, salah satu kelebihan seorang petahana agar dapat terpilih kembali adalah memiliki waktu yang lebih lama untuk menyosialisasikan diri dan menunjukkan kinerja serta hasil kerja mereka selama menjabat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tweets by wartabritaa

About Us

Wartabrita

Warta Brita adalah media digital independen yang hadir untuk menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa informasi yang jujur dan akurat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cerdas.

Berdiri dengan semangat jurnalisme positif, kami berkomitmen menyuguhkan konten dari berbagai kategori seperti:

  • Berita Terkini
  • Nasional & Internasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Inspirasi & Viral

Warta Brita dikelola oleh tim muda yang profesional, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami memadukan kecepatan dalam menyajikan informasi dengan ketelitian dalam memverifikasi fakta.

Latest Articles

  • 65 member komunitas W124 MBCI cek kesehatan bareng jelang touring Celebes

    65 member komunitas W124 MBCI cek kesehatan bareng jelang touring Celebes

    Selasa, 15 September 2026 – 16:04
  • Umbul Pelem Tulung Klaten untuk liburan 2026, cek tiket dan fasilitasnya

    Umbul Pelem Tulung Klaten untuk liburan 2026, cek tiket dan fasilitasnya

    Selasa, 15 September 2026 – 13:28
  • GI tourism Dieng dikembangkan, wisatawan Dieng tak cuma nikmati pemandangan

    GI tourism Dieng dikembangkan, wisatawan Dieng tak cuma nikmati pemandangan

    Selasa, 15 September 2026 – 11:38

Tiktok wartabrita

@wartabrita
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

Copyright ©2026 WartaBrita. All Rights Reserved

Scroll to Top