Lewati ke konten

Home

About Us

Advertisement

Contact Us

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Feed RSS
  • TikTok
WartaBrita

WartaBrita

Info Update Terpercaya

  • Home nasional
  • Internasional
  • Sports
  • otomotif
  • Tekno
  • Muslim
  • Travculpedia
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Lifestyle
Search

Metrodata Solution Day 2026: Dampak Positif AI untuk Bisnis

Avatar Dewa Saputra
Dewa Saputra
Kamis, 27 Agustus 2026 – 02:00
Metrodata Solution Day 2026: Dampak Positif AI untuk Bisnis

Metrodata Solution Day 2026: Membangun, Menjalankan, dan Memperluas Dampak AI

Metrodata Electronics kembali mengadakan Metrodata Solution Day (MSD) di Shangri-La Jakarta. Acara tahunan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia tentang perkembangan teknologi terkini. Tema utama yang diusung dalam acara kali ini adalah “Winning with AI: Build, Run, and Scale for Measurable Impact”, yang menekankan bagaimana AI bisa memberikan dampak nyata yang positif bagi bisnis. Selain Metrodata, sejumlah vendor TI ternama juga turut serta berbagi pandangan.

MSD, yang merupakan singkatan dari Metrodata Solution Day, telah menjadi acara tahunan selama beberapa tahun. Meskipun sempat terganggu oleh pandemi COVID-19, MSD 2026 menjadi edisi ke-21. Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah menjadi fokus utama dalam acara ini. Contohnya, pada MSD 2025, tema yang diusung adalah “The Rise of Agentic AI: Balancing Innovation with Security and Governance”. AI memang menjadi teknologi yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Metrodata, fokus pada dampak nyata AI yang positif bagi bisnis sejalan dengan pergeseran fokus para perusahaan di Indonesia. Perhatian mereka tidak lagi hanya berhenti pada implementasi AI, tetapi bagaimana AI dapat mempercepat nilai bisnis dan operasional secara nyata dan terukur.

“Hari ini Metrodata menyelenggarakan Metrodata Solution Day. Ini adalah edisi ke-21,” ucap Susanto Djaja, Presiden Direktur Metrodata Electronics. “Luar biasa, banyak peserta. Di sini, sponsor sebenarnya adalah peserta, karena mereka mendapat kehormatan dan Metrodata juga mendapat kehormatan untuk berbagi tren teknologi di dunia.”

Metrodata juga merujuk pada laporan IDC Info Snapshot From AI Spending to AI Value Creation, yang disusun bersama IDC dan dirilis pada saat MSD 2026. Dalam laporan tersebut, IDC mencatat bahwa 56,7% organisasi di Indonesia berencana menaikkan anggaran AI generatif lebih dari 50%, jauh lebih tinggi dari rata-rata Asia-Pacific yang 29,8%. Namun, tingkat kematangan AI di Indonesia masih rendah, hanya mencapai 2,03 dari skala 5, di bawah rata-rata Asia-Pacific maupun global.

Dengan demikian, terdapat kesenjangan antara lonjakan investasi AI dan tingkat kematangan implementasi AI di perusahaan-perusahaan Indonesia. Hal ini menandakan ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar bagi perusahaan-perusahaan yang siap mengonversi AI menjadi dampak bisnis yang nyata dan terukur. Sesuai tema, Metrodata Solution Day 2026 diharapkan dapat membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia mengatasi kesenjangan tersebut.

“Tetapi, permasalahannya yang sudah menggunakan Asia Pasifik apa, GenAI itu 53%, hanya 34% di Indonesia itu yang masuk production. Production itu yang dipakai untuk perusahaan. Kalau hanya sekadar PoC, testing, semua itu belum masuk. Nah, 34% production. Sayangnya lagi, yang masuk production AI, mungkin karena ini juga, masih permulaan juga ya, 6 dari 10 itu tidak meet target, tidak meet KPI. Berarti ada yang harus kita perbaiki, iya kan? Harus perbaiki. Nah, hari ini, Metrodata hadir … kita mau membantu,” jelas Susanto.

Solusi TI dan Use Case

Metrodata menawarkan solusi TI yang lengkap. Bersama berbagai vendor TI yang menjadi mitra, Metrodata menawarkan solusi-solusi terkait cloud, data dan AI, platform bisnis digital, keamanan siber, aplikasi bisnis, infrastruktur TI hibrida, konsultasi dan nasihat, serta managed service. Meskipun memiliki banyak mitra, Metrodata memastikan memiliki solusi inovatif yang bekerja sama dengan pihak lain.

Khusus AI, Metrodata menegaskan telah membantu penerapan AI pada berbagai industri, seperti perbankan dan layanan keuangan, telekomunikasi, manajemen rantai suplai seperti manufaktur dan retail, serta energi—minyak dan gas. Metrodata menambahkan solusi-solusi AI yang ditawarkan bisa berbasis cloud, on-premises, maupun hibrida, sehingga mampu menjawab beragam kebutuhan perusahaan di Indonesia seperti data residency.

Metrodata juga mengklaim telah memiliki lebih dari seratus use case implementasi AI yang cukup bagus di perusahaan-perusahaan di tanah air. Metrodata menyebutkan bahwa satu use case yang baik di sebuah perusahaan bisa menjadi contoh implementasi AI di perusahaan lain yang berada dalam industri yang sama, mirip, atau memiliki kemiripan.

Berbagai use case tersebut membantu aneka perusahaan di Indonesia, bukan hanya dalam mengimplementasikan AI, tetapi juga dalam mendapatkan dampak nyata AI yang positif bagi bisnis. Berbagai use case tersebut melengkapi pengetahuan dan solusi TI yang ditawarkan Metrodata bersama mitra-mitranya.

Mitra Global

Metrodata memiliki banyak mitra, termasuk vendor TI global. Para mitra ini menjadi tambahan kekuatan Metrodata, karena tidak hanya membuat Metrodata menawarkan solusi TI yang lengkap, tetapi juga banyak yang kelasnya dunia. Pengetahuan masing-masing mitra pun cakupannya global.

Pada Metrodata Solution Day 2026, lebih dari 30 vendor TI global turut berpartisipasi. Sebagian dari mereka menjadi pembicara dalam sesi umum maupun sesi khusus. Sebagian lagi berbagi solusi dan pengetahuan dalam sesi khusus saja. Berbagai solusi dan pengetahuan yang disampaikan bisa membantu perusahaan di Indonesia dalam mengimplementasikan AI dan mendapatkan dampak nyata AI yang positif bagi bisnis.

Tiga di antara mitra global yang berpartisipasi pada Metrodata Solution Day 2026 adalah Red Hat, Salesforce, dan Palo Alto Networks.

Red Hat, yang berbasis open source, mengedepankan tiga hal yang disebutnya sebagai dasar proyek AI yang sukses: konsistensi platform, konsistensi operasional, dan fleksibilitas. Red Hat menegaskan bisa memberikan ketiga hal tersebut bagi perusahaan di Indonesia.

“Jadi, dari platform consistency, operational consistency, dan juga fleksibilitas,” kata Vony Tjiu (Country Manager, Red Hat Indonesia). “Di Red Hat kita percaya masa depan AI ya, itu adalah open. Open artinya lahir dari komunitas open source, namun tetap di-support dengan enterprise open source support dari Red Hat. Open artinya ada pilihannya, bisa running any model, any cloud, any accelerator.”

Salesforce menyoroti agentic AI. Salesforce meyakini agentic AI bisa menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan bisnis. Salesforce percaya agentic AI bisa membuat perusahaan di Indonesia meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta menjangkau pasar regional bahkan global. Dengan Agentforce, agentic AI Salesforce, perusahaan di Indonesia bisa memanfaatkan agentic AI.

“Agentic AI benar-benar men definisikan ulang cara bisnis bisa membangun, menjalankan, dan mengembangkan. Sebagai contoh, agen-agen AI kini berperan sebagai garda terdepan dalam layanan pelanggan. Mereka bisa menjawab berbagai panggilan telepon, membalas aneka pesan teks, menanggapi berbagai e-mail, serta menyelesaikan aneka masalah secara real-time, 24/7, menggunakan bahasa alami,” ungkap Pravar Gautam (Vice President, Alliances & Channels, ASEAN at Salesforce). “Agentic AI juga memungkinkan [membebaskan] manusia untuk melakukan hal-hal yang menjadi keunggulan mereka.”

Sementara itu, Palo Alto Networks berfokus pada keamanan siber. Palo Alto Networks menyebutkan bahwa para penjahat siber kini memanfaatkan AI dalam melakukan serangan siber serta AI bisa menemukan lebih banyak kerentanan dan menemukan kerentanan secara lebih cepat. Alhasil, perusahaan di Indonesia perlu platform keamanan siber terpadu yang ditenagai AI, seperti yang ditawarkan Palo Alto Networks, agar bisa mengamankan sumber daya secara lebih menyeluruh dan cepat, termasuk AI yang digunakan.

“Jadi, menurut kami mengamankan AI bukanlah tentang menambah tools baru, melainkan tentang mengambil pendekatan platform yang terpadu untuk keamanan siber,” pungkas Arthur Siahaan (Solutions Consulting Manager, Palo Alto Networks).


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://twitter.com/wartabritaa

About Us

Wartabrita

Warta Brita adalah media digital independen yang hadir untuk menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa informasi yang jujur dan akurat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cerdas.

Berdiri dengan semangat jurnalisme positif, kami berkomitmen menyuguhkan konten dari berbagai kategori seperti:

  • Berita Terkini
  • Nasional & Internasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Inspirasi & Viral

Warta Brita dikelola oleh tim muda yang profesional, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami memadukan kecepatan dalam menyajikan informasi dengan ketelitian dalam memverifikasi fakta.

Latest Articles

  • DXI 2027: Perkuat Ekosistem Diving dan Adventure

    DXI 2027: Perkuat Ekosistem Diving dan Adventure

    Kamis, 24 September 2026 – 21:00
  • Archipelago Hotels Renovasi Dua Kamar YPKAI untuk Anak Pejuang Kanker

    Archipelago Hotels Renovasi Dua Kamar YPKAI untuk Anak Pejuang Kanker

    Rabu, 23 September 2026 – 19:53
  • Artotel Group Dukung Pengembangan Sport Tourism Jawa Barat

    Artotel Group Dukung Pengembangan Sport Tourism Jawa Barat

    Selasa, 15 September 2026 – 20:16

Tiktok wartabrita

@wartabrita
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

Copyright ©2026 WartaBrita. All Rights Reserved

Scroll to Top