Kunjungan Raffi Ahmad, Irfan Hakim, dan Gading Marten ke Kampung Merasa
Raffi Ahmad, Irfan Hakim, dan Gading Marten melakukan kunjungan ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, untuk melihat langsung dampak kebakaran lahan terhadap masyarakat dan lingkungan. Dalam kunjungan tersebut, mereka mengunjungi Kampung Merasa, tempat para petani kakao yang terdampak kebakaran tinggal. Rombongan juga meninjau Pusat Penyelamatan Satwa Long Sam atau Wildlife Dreamland untuk melihat upaya rehabilitasi orangutan.
Kunjungan ketiganya diunggah melalui akun Instagram @raffinagita1717 pada Rabu (26/8/2026). Raffi Ahmad dikenal sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Sementara itu, Irfan Hakim adalah seorang presenter, aktor, dan figur publik Indonesia. Adapun Gading Marten merupakan aktor, presenter, dan model Indonesia yang telah membintangi berbagai film dan program hiburan.
Menyusuri Lahan Kakao yang Hangus Terbakar
Dalam video berdurasi 1 menit 53 detik yang diunggah, Raffi Ahmad bersama rombongan berjalan menuju area perkebunan kakao di Kampung Merasa yang terdampak kebakaran. Rombongan mengendarai iring-iringan mobil (convoy) melintasi jalan tanah berbatu dan berdebu yang membelah kawasan perbukitan serta area hutan/perkebunan.
Kampung Merasa terletak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Jarak sekitar 45 kilometer dari Tanjung Redeb (ibu kota Kabupaten Berau). Setibanya di lokasi, Raffi Ahmad menyapa masyarakat dan melihat langsung kondisi kebun yang hangus. Ia pun mengaku terkejut setelah mengetahui luas lahan yang terdampak kebakaran.
“Permisi, iya. Petani kakao semua ya? Ini tiga hektar terbakar, ya Allah,” ujar Raffi Ahmad saat baru tiba di lokasi perkebunan. Di tengah peninjauan, Raffi Ahmad berbincang dengan seorang petani perempuan yang mengenakan topi caping. Petani tersebut menyampaikan kesedihan dan kebingungannya mengenai kehidupan serta pekerjaan yang harus dilakukan setelah kebun mereka terdampak kebakaran.
Bantuan untuk Kebutuhan Sehari-hari dan Pemulihan Mata Pencaharian
Melalui unggahan Instagram tersebut, Raffi Ahmad menjelaskan bahwa kedatangan rombongan ke Kampung Merasa bertujuan bertemu langsung dengan para petani yang perkebunan kakaonya terdampak kebakaran. Bantuan disalurkan untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan mata pencaharian para petani.
Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan bahwa para petani diharapkan dapat kembali menanam dan memulihkan kehidupan mereka secara bertahap. Raffi Ahmad juga mengunggah pesan lain terkait kunjungannya ke Berau. Ia menyebut kunjungan tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan.
Irfan Hakim Soroti Dampak Kebakaran terhadap Masyarakat dan Satwa
Dalam kunjungan tersebut, Irfan Hakim menjelaskan bahwa dampak kebakaran tidak hanya dirasakan masyarakat yang menggantungkan hidup dari kebun. Kebakaran juga berdampak terhadap kawasan hutan, alam dan satwa liar yang hidup di dalamnya. “Jadi kebakaran itu ada di beberapa titik. Ada hutan, ada kebun. Pohon kebun yang terdampak secara langsung adalah petaninya, orang-orang masyarakat yang bekerja. Nah, hutan yang terbakar itu yang terdampak itu satwanya juga kena, alamnya.”
Setelah meninjau kondisi petani, perjalanan Raffi Ahmad, Irfan Hakim dan Gading Marten pun dilanjutkan menuju Long Sam.
Kunjungi Pusat Penyelamatan Satwa Long Sam
Rombongan kemudian mendatangi Pusat Penyelamatan Satwa Long Sam atau Wildlife Dreamland untuk melihat langsung proses penyelamatan dan rehabilitasi satwa. Sebelum memasuki kawasan konservasi dan berinteraksi dengan satwa, Raffi Ahmad dan rombongan menerapkan prosedur steril. Raffi tampak menggunakan perlengkapan pelindung berupa sarung tangan dan masker.
Dalam rekaman yang diunggah, Raffi Ahmad bersama rombongan terlihat menyusuri jembatan bambu di kawasan hutan rehabilitasi. Raffi juga tampak menggendong dan berinteraksi dengan anak orangutan yang sedang menjalani proses pemulihan. Rehabilitasi satwa merupakan proses perawatan dan pemulihan terhadap satwa sebelum dapat mencapai kondisi yang sesuai dengan kebutuhan kehidupannya.
Pemerintah Turut Berkomitmen Mendukung Penyelamatan Orangutan
Dalam unggahan terkait kunjungan tersebut, Raffi juga menyinggung dukungan pemerintah terhadap upaya perlindungan satwa. “Pemerintah juga berkomitmen untuk mendukung berbagai upaya penyelamatan dan perlindungan satwa, termasuk membantu kebutuhan Pusat Penyelamatan Satwa Long Sam. Karena masyarakat, lingkungan, dan satwa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita bersama.” Ia berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat membantu proses pemulihan masyarakat, lingkungan maupun satwa di Kalimantan.
Di Hari yang Sama, Menhut Raja Juli Antoni Tinjau Karhutla Berau
Kunjungan Raffi Ahmad bersama Irfan Hakim dan Gading Marten berlangsung pada Rabu (26/8/2026), hari yang sama ketika Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Raja Juli Antoni tiba di Bandara Kalimarau Berau pada pagi hari sekitar pukul 08.20 Wita. Kedatangannya disambut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, serta sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Kabupaten Berau.
Sesuai agenda yang disiapkan, kunjungan Menteri Kehutanan tersebut dilakukan untuk melihat langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kesiapan tim Manggala Agni. Manggala Agni merupakan brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang berada dalam lingkup Kementerian Kehutanan dan memiliki tugas dalam pencegahan hingga penanganan kebakaran. Kepala BKSDA Kaltim Yulian Sudono menjelaskan agenda kunjungan Raja Juli Antoni.
Long Sam Berjarak Ratusan Kilometer dari Tanjung Redeb
Desa Long Sam berada di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. Lokasi tersebut berjarak sekitar 164 kilometer dari Tanjung Redeb yang merupakan ibu kota Kabupaten Berau. Perjalanan darat menuju Desa Long Sam menggunakan kendaraan diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam 47 menit. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi penting dalam agenda kunjungan Menteri Kehutanan karena terdapat upaya penyelamatan dan rehabilitasi satwa, termasuk orangutan.
Raja Juli Temui Warga Kampung Merasa
Dalam kunjungannya, Raja Juli Antoni juga singgah langsung di Kampung Merasa dan mendengarkan sejumlah keluhan masyarakat terkait pembukaan ladang. Masyarakat di Kampung Merasa mayoritas berasal dari suku Dayak. Pembukaan ladang dengan menggunakan api disebut telah menjadi bagian dari tradisi yang dilakukan secara turun-temurun dengan mengacu pada kearifan lokal.
Warga Jelaskan Sistem Sekat Bakar
Salah seorang masyarakat Kampung Merasa bernama Jessica menjelaskan bahwa masyarakat adat memiliki sistem untuk mengendalikan api saat membuka ladang. Menurutnya, pembukaan lahan dengan pembakaran telah dilakukan sejak ratusan tahun lalu oleh masyarakat Dayak. Salah satu cara yang digunakan adalah membuat sekat bakar sebelum api dinyalakan. Sekat bakar berfungsi sebagai pembatas area agar api tidak mudah merembet ke wilayah lain di luar ladang yang sedang dibuka.
Raja Juli Pastikan Karhutla Tidak Ganggu Orangutan
Dalam kunjungannya ke Berau, Raja Juli Antoni juga memastikan penanganan kebakaran tidak hanya difokuskan terhadap pemadaman api. Pemerintah turut memberikan perhatian terhadap dampak kebakaran terhadap satwa liar. Raja Juli bertemu sejumlah pihak yang terlibat dalam konservasi orangutan, termasuk aktivis lingkungan dari Conservation Action Network atau CAN.
OMC Berau Dilanjutkan Lima Hari
Raja Juli Antoni mengapresiasi langkah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB yang melakukan OMC di Berau. Operasi tersebut dilakukan atas permintaan Pemerintah Kabupaten Berau dan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. “OMC di Berau sudah berlangsung selama dua hari. Hari ini akan ada OMC lagi selama lima hari karena potensi awan hujannya masih ada.”
Perhatian untuk Kawasan Konservasi Orangutan
Selain melakukan penanganan terhadap kebakaran, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kawasan habitat orangutan. Raja Juli menyebut terdapat sekitar 87 ribu hektare kawasan yang diarahkan untuk kepentingan konservasi. Kawasan tersebut tidak diperuntukkan bagi kegiatan pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit di Kampung Merasa. Pengelolaan kawasan dilakukan bersama para aktivis dan pegiat lingkungan. Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk menjaga habitat orangutan dari berbagai ancaman.




Tinggalkan Balasan