Pengembangan Kawasan Pasar Baru sebagai Sentra Kuliner Dunia
Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) memiliki rencana besar untuk mengembangkan kawasan Pasar Baru dan Pecinan Lama Bandung menjadi sentra kuliner dunia. Rencana ini diharapkan mampu menarik wisatawan mancanegara seiring dengan pembukaan rute penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara.
Konsep pengembangan kawasan tersebut bertujuan untuk menyediakan pengalaman kuliner yang unik dan beragam, dengan memadukan kuliner legendaris khas Bandung serta UMKM lokal. Selain itu, proyek ini juga akan menampung para pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak oleh proyek transportasi seperti Bus Rapid Transit (BRT).
Pengembangan kawasan tidak akan menggunakan dana APBD Kota Bandung, melainkan didukung oleh Bank Dunia dan sponsor swasta. Hal ini menunjukkan bahwa konsep yang disusun telah matang dan siap untuk dilaksanakan.
Tujuan Utama dari Konsep Sentra Kuliner Dunia
Ketua HP2B, Iwan Suherman, menjelaskan bahwa ide awal dari konsep ini berasal dari kebutuhan untuk mempersiapkan diri menghadapi kedatangan tamu atau wisatawan baik domestik maupun internasional. Ia menilai pentingnya adanya destinasi-destinasi wisata yang menarik agar pengunjung memiliki banyak pilihan tempat untuk dikunjungi.
Selain itu, konsep ini juga bertujuan untuk mengurangi keramaian di area Braga dan Asia Afrika, yang sering kali menimbulkan masalah sosial seperti kemacetan dan parkir liar. Dengan membagi keramaian ke beberapa titik, diharapkan dapat mengurangi beban pada wilayah-wilayah tersebut.
Tujuan lain dari proyek ini adalah untuk menampung para PKL yang tergusur akibat proyek BRT dan penertiban di berbagai titik kota. Iwan menjelaskan bahwa kawasan kuliner akan dibuka pada malam hari, terutama di depan Pasar Baru dan Pecinan Lama. Di sini, selain kuliner, akan ada penjualan aksesoris, pakaian, dan lukisan yang disiapkan untuk para wisatawan.
Kuliner Khas dan Partisipasi UMKM
Iwan menekankan bahwa kuliner yang akan disajikan adalah makanan khas Bandung yang sudah terbukti memiliki kualitas tinggi dan nama yang sudah dikenal. Contohnya adalah Batagor Riri, Siomay Tulen, dan Sate Hadori. Sebanyak 50 persen dari pedagang makanan dan minuman yang akan bergabung adalah para pedagang yang sudah memiliki nama, sedangkan 50 persen sisanya adalah UMKM kecil.
Dengan demikian, diharapkan UMKM kecil dapat ikut meramaikan kawasan tersebut dan mendapatkan peluang bisnis yang lebih baik. Iwan yakin bahwa konsep ini akan meningkatkan penjualan bagi para pedagang, pelaku UMKM, dan PKL. Selain itu, kawasan tersebut akan lebih tertata, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Keuntungan dan Tantangan
Menurut Iwan, kawasan ini akan menjadi tempat yang lebih rapi, semarak, dan eksotik. Dengan adanya pengembangan ini, Pasar Baru bisa buka hingga malam hari, terutama bagi para pedagang oleh-oleh Bandung. Namun, ia juga menegaskan bahwa konsep pengembangan ini tidak akan menggunakan APBD, tetapi akan didukung oleh Bank Dunia karena terkait dengan integrasi BRT dan dukungan dari sponsor.
Iwan menambahkan bahwa konsep yang sudah matang ini perlu dirapatkan sesuai arahan Walikota Bandung dengan dinas dan instansi terkait. Nantinya, aset yang dibangun akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Bandung.
Persiapan Fasilitas Umum
Atas dasar hal tersebut, pihak HP2B berharap Pemkot Bandung dapat segera menyiapkan fasilitas umum seperti lampu, perbaikan jalan, dan gorong-gorong. Menurut Iwan, hal ini menjadi tugas dari pemerintah kota. Ia juga meminta agar fasilitas-fasilitas tersebut diperbaiki terlebih dahulu sebelum eksekusi konsep ini dilakukan, agar tidak memberatkan para pedagang. Para pedagang hanya perlu mengeluarkan biaya untuk kebersihan, penyimpanan barang, dan listrik.




Tinggalkan Balasan