Ringkasan Berita:
- Rica-rica nyambek atau biawak di sebuah warung di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur kini jadi primadona baru
- Rsa gurih pedas, tekstur mirip daging ayam, bikin pelanggan mengucurkan keringat, sekalipun kedai ini hanya buka saat malam hingga dini hari saja
- Kuliner ekstrem yang tergolong tak lazim bagi sejumlah orang ini, dapat menjadi menu pilihan yang cocok disantap saat malam hari, di tengah udara dingin Kota Batu
Wartabrita.com, KOTA BATU – Menu rica-rica nyambek (biawak) yang berada di sebuah warung di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur kini jadi primadona baru.
Kuliner ekstrem yang tergolong tak lazim bagi sejumlah orang ini, dapat menjadi menu pilihan yang cocok disantap saat malam hari, di tengah udara dingin Kota Batu.
Memiliki rasa gurih pedas, dengan tekstur mirip daging ayam, membuat sebagian orang yang menikmatinya bersama nasi hangat, hingga mengucurkan keringat, sekalipun kedai ini hanya buka saat malam hingga dini hari saja.
“Saya tergolong sudah langganan di sini.”
“Pernah nyoba masak sendiri tapi rasanya tidak bisa seperti ini.”
“Kurang lezat kalau orang bilang.”
“Jadi saya seminggu sekali pasti ke sini,” kata pelanggan rica-rica biawak, Anggoro kepada Wartabrita.com, Minggu (13/9/2026).
Menurut pria asal Pujon Malang itu, rica-rica nyambek memiliki tekstur daging empuk seperti ayam, dan bercita rasa gurih pedas layaknya rica-rica pada umumnya.
Sehingga selain dapat menghangatkan badan juga mengenyangkan.
Tidak hanya itu, ia meyakini daging biawak memiliki khasiat, meski belum teruji kebenarannya secara ilmiah.
“Setahu saya bisa mengobati gatal dan meningkatkan stamina.”
“Kalau saya sejauh ini selama makan aman-aman saja,” ujarnya.
Diolah Secara Khusus
Pemilik warung rica-rica biawak Kota Batu, Meli menuturkan, di warungnya tidak hanya menjual rica-rica nyambek saja, namun juga ada menu lain, di antaranya rica-rica bekicot, ceker pedas, sayap pedas dan juga usus pedas.
“Saya sudah jualan di sini empat tahun, kalau khusus menu rica-rica nyambek itu dua tahun terakhir ini dan Alhamdulillah banyak peminat karena mungkin memang gak banyak yang jual makanan ini,” jelas Meli.
Meli mengatakan, untuk bahan baku biawak, ia membeli di pengepul daging biawak yang ada di daerah Tumpang dan Singosari Kabupaten Malang.
Di sana ia membeli secara kiloan karena sudah langsung dibersihkan, sehingga ketika ia membeli tinggal dicuci dan langsung di masak.
“Kalau daging nyambek sejauh ini selalu ada.”
“Justru kalau bekicot ini yang kadang-kadang sulit.”
“Kalau musim kemarau gini sulit cari bekicot.”
“Harganya juga lebih mahal dibanding saat musim hujan,” terangnya.
Untuk memasak rica-rica nyambek, Meli mengaku daging reptil ini memerlukan perlakuan khusus dibanding memasak daging-daging lainnya.
Ia harus mencampur racikan khusus saat merebus, agar tidak amis saat dimakan.
“Cara memasaknya lebih sulit. Harus di godok lebih lama ditambah daun kari agar menghilangkan bau amis.”
“Kemudian di masak dengan rempah-rempah dan bumbu,” tuturnya.
Mayoritas yang datang ke warungnya untuk membeli rica-rica nyambek, lanjut Meli merupakan para pemuda dan bapak-bapak.
Seporsi rica-rica nyambek plus nasi hangat di warung ini dibandrol dengan harga Rp 25.000.
Rencananya setelah sukses membuat menu rica-rica nyambek, ia akan membuat menu rica-rica kodok.
Namun itu masih sebatas wacana karena ia kini tengah mencari pemasok kodok yang bisa untuk dijual.
Kuliner ekstrem ini hanya ada saat malam hingga menjelang dini hari, buka setiap hari pukul 18.30 sampai 01.00 WIB.
Lokasinya berada di sisi utara Jembatan Kali Lanang, Jalan Raya Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.




Tinggalkan Balasan