Lewati ke konten

Home

About Us

Advertisement

Contact Us

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Feed RSS
  • TikTok
WartaBrita

WartaBrita

Info Update Terpercaya

  • Home nasional
  • Internasional
  • Sports
  • otomotif
  • Tekno
  • Muslim
  • Travculpedia
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Lifestyle
Search

Kuliner unik di Pakisaji Malang, warung sate kuda Lumintu eksis sejak 2006 dan dipercaya berkhasiat

Avatar Dewa Saputra
Dewa Saputra
Minggu, 13 September 2026 – 17:14
Kuliner unik di Pakisaji Malang, warung sate kuda Lumintu eksis sejak 2006 dan dipercaya berkhasiat

Ringkasan Berita:

  • Warung Sate Kuda Lumintu di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, menyajikan kuliner unik daging kuda yang telah berdiri sejak tahun 2006.
  • Tekstur daging kuda memiliki serat lebih besar dan rasa yang mirip daging sapi, serta dipercaya memberikan efek hangat pada tubuh dan membantu penyembuhan berbagai penyakit.

Laporan Wartawan Wartabrita.com, Luluul Isnainiyah

TRIBUNJATIM,COM, MALANG – Biasanya kuliner sate terbuat dari daging ayam, kambing, maupun sapi. Namun siapa sangka, sebuah warung sate di Kabupaten Malang ini justru menjual sate dari daging kuda. 

Warung tersebut bernama ‘Warung Sate Kuda Lumintu’. Lokasinya berada di pinggir jalan poros Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. 

Untuk mencari lokasinya cukup mudah. Terdapat tulisan sate kuda di depan warung. Kemudian warung itu identik dengan warna hijau muda kombinasi kuning. 

Tempat makan yang sudah buka sejak 2006 ini tak pernah sepi pengunjung. Seperti pada Minggu (13/9/2026), sejumlah pembeli silih berganti ke warung Sate Kuda tersebut.

“Nggak sering sih ke sini, beberapa kali aja buat beli sate kuda,” kata Ahmad warga Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. 

Cita Rasa Gurih dan Khasiat Menghangatkan Tubuh

Ahmad mengaku dibanding menu lain yang disajikan, ia lebih menggemari sate kuda. Menurutnya, rasa sate ini hampir mirip dengan daging sapi. Hanya saja, setelah mengonsumsi daging ini efeknya membuat badan lebih hangat.

“Habis makan sate badan itu kerasa panas,” imbuhnya.

Sementara itu, Yuanita pemilik Warung Sate Kuda Lumintu tampak sedang membakar daging kuda di atas arang. Ia merupakan generasi kedua dari ayahnya yang membuka warung ini terlebih dahulu.

“Awalnya dulu bapak suka makan sate kuda sama temen-temennya. Akhirnya bapak inisiatif buat jualan sate kuda,” ujar Yuanita. 

Dua puluh tahun lamanya, pembeli sate kuda rata-rata untuk pengobatan. Menurut Yuanita, daging kuda memiliki khasiat untuk mengatasi penyakit gatal di kulit, asma, menambah stamina, hingga obat untuk diabetes. Selain itu, daging ini dipercaya mampu mempercepat kering pada luka pascaoperasi. 

“Kalau rasa dagingnya hampir sama kayak sapi, bedanya itu serat lebih besar dan kalau dimakan itu rasanya anget di badan,” sambungnya. 

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Selain menyajikan hidangan sate kuda, warung ini juga menyediakan olahan daging kuda untuk tongseng dan krengsengan. 

Tak hanya olahan makanan berbahan dasar daging kuda, warung ini juga menjual menu lainnya seperti sate ayam, sate kambing, hingga lalapan. Sedangkan untuk sate kuda dijual dengan harga Rp 50 ribu per sepuluh tusuk. 

Pembelinya, tak hanya dari warga Kabupaten Malang saja. Melainkan dari luar kota seperti Surabaya, Lumajang, dan kota lain juga banyak yang penasaran dengan olahan daging kuda tersebut. 

“Biasanya pembeli itu dari luar kota yang ke Malang untuk wisata. Ramenya ya biasanya di weekend, Jumat, Sabtu, dan Minggu,” urainya. 

Sementara untuk bahan baku daging kuda cukup sulit ditemukan di Malang. Untuk mendapatkan daging ini, ia harus mencari kuda hidup dari luar Malang lalu disembelih sendiri di Rumah Potong Hewan (RPH).

Biasanya, ia membeli kuda hidup dari Blitar, Mojokerto, hingga Jombang. Satu ekor kuda itu dibawa ke Malang untuk disembelih setelah dinyatakan layak untuk dikonsumsi. 

“Di sini itu susah cari ternak kuda, jadi belinya ke luar kota untuk dipotong di RPH Cemorokandang,” tuturnya. 

Satu ekor kuda yang ia sembelih beratnya bisa mencapai 100 kilogram lebih. Setelah disembelih, Yuanita akan menyetok untuk keperluan satu bulan ke depan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Posts by wartabritaa

About Us

Wartabrita

Warta Brita adalah media digital independen yang hadir untuk menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa informasi yang jujur dan akurat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cerdas.

Berdiri dengan semangat jurnalisme positif, kami berkomitmen menyuguhkan konten dari berbagai kategori seperti:

  • Berita Terkini
  • Nasional & Internasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Inspirasi & Viral

Warta Brita dikelola oleh tim muda yang profesional, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami memadukan kecepatan dalam menyajikan informasi dengan ketelitian dalam memverifikasi fakta.

Latest Articles

  • DXI 2027: Perkuat Ekosistem Diving dan Adventure

    DXI 2027: Perkuat Ekosistem Diving dan Adventure

    Kamis, 24 September 2026 – 21:00
  • Archipelago Hotels Renovasi Dua Kamar YPKAI untuk Anak Pejuang Kanker

    Archipelago Hotels Renovasi Dua Kamar YPKAI untuk Anak Pejuang Kanker

    Rabu, 23 September 2026 – 19:53
  • Artotel Group Dukung Pengembangan Sport Tourism Jawa Barat

    Artotel Group Dukung Pengembangan Sport Tourism Jawa Barat

    Selasa, 15 September 2026 – 20:16

Tiktok wartabrita

@wartabrita
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

Copyright ©2026 WartaBrita. All Rights Reserved

Scroll to Top