Ringkasan Berita:
- Kebakaran terjadi di tiga wilayah Aceh dalam dua hari, yakni Aceh Besar, Gayo Lues, dan Lhokseumawe, menghanguskan total 14 rumah warga.
- Sejumlah kendaraan ikut terbakar, yakni satu mobil Toyota Avanza dan satu sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam ketiga peristiwa tersebut, tetapi harta benda warga mengalami kerusakan parah.
- Penyebab kebakaran di Aceh Besar dan Gayo Lues masih perlu dipastikan, sedangkan kebakaran di Lhokseumawe diduga akibat korsleting listrik.
Wartabrita.com, ACEH BESAR –Insiden kebakaran terjadi pada tiga kabupaten di Aceh dalam dua hari terakhir.
Akibat peristiwa itu 14 rumah, satu mobil Avanza, dan sebuah sepeda motor (sepmor) hangus terbakar.
Dalam kasus kebakaran di Aceh Besar, api menghanguskan tujuh rumah warga di Kompleks Perumahan Permata Puni, Kecamatan Darul Imarah, Minggu (25/10/2026) dini hari.
Insiden di Gayo Lues menyebabkan enam rumah warga terbakar, Minggu (25/10/2026).
Sehari sebelumnya, sebuah rumah semipermanen di Dusun Lamloh Angen, Desa Meunasah Blang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, terbakar pada Sabtu (24/10/2026).
Kerugian materiel akibat kebakaran ini mencapai Rp150 juta.
Kebakaran yang terjadi di wilayah Aceh Besar itu menimpa rumah milik Zunaidi (60), seorang sopir.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi tiga rumah mengalami rusak berat dan empat lainnya rusak ringan.
Kepala Pelaksana Badan Pennggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran pada pukul 04.03 WIB.
Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk itu sempat membuat warga panik.
Apalagi saat api dengan cepat menjalar karena jarak antarrumah berdekatan.
“Sebagian besar harta benda milik korban juga dilaporkan ikut terbakar,” kata Ridwan.
Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran BPBD Aceh Besar Pos Induk Sibreh langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Dalam upaya penanganan tersebut, BPBD Aceh Besar mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran (damkar).
Bantuan juga datang dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh sebanyak dua unit armada serta satu unit mobil tangki air dari Rindam Iskandar Muda.
Petugas bersama unsur Polri, TNI, sukarelawan Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI), dan masyarakat setempat bahu-membahu memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.
Berdasarkan data sementara BPBD Aceh Besar, tiga rumah yang mengalami rusak berat itu masing-masing milik Abdul Mutaleb (48), Sunandar (45), dan Ganda Pasar Sirus (52).
Sementara itu, empat rumah yang mengalami rusak ringan masing-masing milik Teuku Batee (44), Mak Jis (53), Hendri Sinaga (46), dan Yus Pika (55).
Ridwan menyebutkan, penyebab kebakaran masih dalam pengusutan pihak terkait.
Proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian selesai pada pukul 05.45 WIB.
“Penyebab kebakaran masih dalam pengusutan pihak terkait. Upaya pemadaman dan pendinginan baru selesai pada pukul 05.45 WIB,” pungkasnya.
6 Rumah di Galus
Sementara itu, enam unit rumah warga di Dusun Jamur Gele Air Jernih hangus terbakar pada Minggu (25/10/2026) pukul 08.45 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, satu unit mobil Toyota Avanza dan satu unit sepeda motor matic juga ikut ludes dilalap api.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Namun, seluruh harta benda milik para korban hangus terbakar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Prohaba, saat kebakaran terjadi, seluruh rumah dalam keadaan kosong.
Para pemilik rumah sedang beraktivitas di kebun dan sebagian lainnya pergi ke pekan (pasar mingguan) di Geumpang, Kecamatan Putri Betung.
Camat Putri Betung, Jenal Abidin kepada Prohaba, Minggu (25/10/2026), mengatakan bahwa kebakaran terjadi di Dusun Jamur Gele Air Jernih, Desa Uning Pune, tepatnya di pinggir jalan nasional yang menghubungkan Blangkejeren dengan Kutacane, di wilayah Kecamatan Putri Betung.
Menurutnya, enam rumah warga yang terbakar tersebut masing-masing milik: Sabri Aman Lena, Pelin Aman Amri, Kaharuddin Aman Agus, Hamdis Aman Hanafi, Ismail Aman Bisa, dan Suardi Aman Raja.
Rumah milik Sabri Aman Lena, seorang aparatur sipil negara (ASN), dihuni oleh empat orang.
Selain rumah beserta isinya, satu unit mobil Toyota Avanza miliknya juga hangus terbakar.
Selanjutnya, rumah milik Pelin Aman Amri, yang berprofesi sebagai petani dan memiliki empat anggota keluarga, turut terbakar.
Satu unit sepeda motor matic miliknya juga tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, rumah milik Kaharuddin Aman Agus dihuni oleh lima orang.
Rumah milik Hamdis Aman Hanafi, yang berprofesi sebagai petani, juga dihuni oleh lima orang.
Adapun rumah milik Ismail Aman Bisa dihuni oleh lima orang, sedangkan rumah milik Suardi Aman Raja dihuni empat orang.
“Rumah korban berserta isinya hangus terbakar dan tidak ada yang dapat diselamatkan, karena para korban atau pemilik rumah telah bepergian ke kebun dan ke pajak Gumpang Putri Betung,” jelas Jenal.
Rumah Semipermanen
Sementara itu, sebuah rumah semipermanen di Dusun Lamloh Angen, Desa Meunasah Blang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, terbakar pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 14.40 WIB.
Kebakaran itu menimpa rumah milik Zunaidi (60), seorang sopir.
Setelah menerima informasi dari perangkat desa melalui bhabinkamtibmas dan babinsa, personel Polsek Muara Dua segera menuju tempat kejadian untuk membantu penanganan bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat setempat.
Tiga mobil damkar Kota Lhokseumawe dikerahkan ke lokasi.
Bersama personel TNI-Polri dan warga sekitar, petugas berjibaku memadamkan api hingga berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.15 WIB.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr Ahzan SIK, MH, melalui Kapolsek Muara Dua Ipda Syukrullah SE menyampaikan bahwa kehadiran personel di lokasi merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah serta memastikan penanganan berlangsung dengan baik.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga disebabkan oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik saat rumah dalam keadaan kosong.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerugian materiel diperkirakan Rp150 juta, meliputi bangunan rumah beserta isinya.
Polsek Muara Dua mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan peralatan elektronik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya.
(Indra Wijaya/Saiful Bahri/Rasidan)
Update berita lainnya di Wartabrita.comdan Google News




Tinggalkan Balasan