Lewati ke konten

Home

About Us

Advertisement

Contact Us

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Feed RSS
  • TikTok
WartaBrita

WartaBrita

Info Update Terpercaya

  • Home nasional
  • Internasional
  • Sports
  • otomotif
  • Tekno
  • Muslim
  • Travculpedia
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Lifestyle
Search

Hacker serang sistem pendingin supermarket di Eropa, ribuan euro makanan rusak

Avatar Dewa Saputra
Dewa Saputra
Selasa, 3 November 2026 – 11:52
Hacker serang sistem pendingin supermarket di Eropa, ribuan euro makanan rusak

Wartabrita.com – Serangan siber terhadap sistem pendingin di supermarket meluas ke sejumlah negara di Benua Eropa.

Peretas diduga mengambil alih pengaturan suhu lemari pendingin dan freezer hingga mencapai 50 derajat Celsius, dan mengakibatkan produk makanan beku dan segar rusak serta memaksa sejumlah jaringan ritel menarik barang dari peredaran.

Serangan siber tersebut dilaporkan terjadi di Irlandia, Swedia, Belgia, Luksemburg, Belanda, hingga Estonia.

Dampaknya tidak hanya mengganggu operasional supermarket, tetapi juga menimbulkan kerugian finansial karena stok makanan yang tidak lagi layak jual harus dimusnahkan.

Di Irlandia, SuperValu, jaringan supermarket terbesar ketiga di negara itu, mengonfirmasi sistem pendingin dengan model tertentu di 13 dari total 223 gerainya terdampak insiden siber.

Perusahaan kemudian menarik seluruh produk dingin dan beku dari rak penjualan untuk menghindari risiko terhadap konsumen.

Sementara itu, di Swedia, Pusat Keamanan Siber Nasional menyatakan tengah menangani sejumlah insiden yang menyerang jaringan supermarket ICA dan Co-op.

Serangan tersebut mengakibatkan suhu freezer meningkat tajam hanya dalam waktu semalam.

Dampak serupa juga dilaporkan di Belgia dan Luksemburg. Kantor berita Belga melaporkan puluhan gerai Ahold Delhaize mengalami gangguan pada lemari pendingin dan freezer.

Melansir SkyNews, Carrefour mengungkapkan 15 dari sekitar 700 gerainya di Belgia mengalami masalah.

Lima gerai Spar yang dioperasikan Colruyt Group di negara tersebut juga menjadi sasaran.

Sementara itu, IKEA bahkan mengkonfirmasi salah satu gerainya di Belgia terdampak, meski perusahaan belum dapat memastikan apakah ada gerai lain yang mengalami kejadian serupa.

Di Belanda, perusahaan teknik asal Denmark, Danfoss, menyebut 17 gerai terdampak peretasan, sebagaimana dilaporkan media NOS.

Sementara itu, pemasok teknologi Kitman Coldtech mengungkapkan sebuah jaringan supermarket yang tidak disebutkan namanya di Estonia juga mengalami serangan. Suhu pendingin di lokasi tersebut dilaporkan mencapai 50 derajat Celsius.

Daging Senilai Rp 280 Juta Rusak

Salah satu insiden paling serius terjadi di Swedia. Sebuah gerai ICA di Stockholm mengunggah pemberitahuan melalui media sosial bahwa seluruh freezer di tokonya mengalami kerusakan akibat serangan siber.

Engla Ingwall, manajer penjualan di salah satu gerai waralaba ICA di Stockholm, mengatakan serangan berlangsung sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan baru diketahui sekitar pukul 05.30.

“Telah terjadi serangan siber dan (suhu) semua freezer kami mencapai 50 C,” kata Ingwall.

Ia menggambarkan dampak serangan tersebut dengan kalimat singkat, “Semuanya dihancurkan”.

Artinya, seluruh produk yang tersimpan di freezer mengalami kerusakan. Surat kabar Swedia Aftonbladet juga melaporkan Co-op menyebut enam gerainya mengalami insiden serupa.

Di Belgia, dampak serangan bahkan merembet ke bisnis pengolahan daging yang sangat bergantung pada freezer.

Luc De Laet, pendiri sekaligus pemilik jaringan toko daging De Laet & Van Haver, mengaku mendapat kabar dari karyawannya sekitar pukul 03.30 dini hari bahwa sistem pendingin tokonya bermasalah.

Saat tiba di gerai yang berada di Hove, sebelah selatan Antwerpen, ia mendapati suhu lemari pendingin meningkat hingga 18 derajat Celsius. Akibatnya, daging senilai sekitar 15.000 euro atau setara Rp280 juta rusak.

“Ini sangat menakutkan. Mereka meretas sistem yang melakukan registrasi suhu, dan mereka dapat memprogramnya dari jarak jauh,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana sistem pendingin yang terhubung ke jaringan digital dapat dimanipulasi dari jarak jauh.

Peretas tidak harus masuk secara fisik ke supermarket untuk mengubah pengaturan suhu perangkat.

CEO perusahaan pendingin Belgia Sabcobel, Stephan Moelans, yang mengoperasikan sistem pendingin Delhaize, turut mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut merupakan serangan siber.

Menurut dia, gangguan terjadi ketika unit evaporator pada sistem pendingin dialihkan ke mode pencairan bunga es atau defrost.

Kondisi ini memperlihatkan risiko baru dari penggunaan teknologi otomatis di sektor ritel.

Perangkat yang sebelumnya dioperasikan secara manual kini semakin banyak terhubung ke sistem digital sehingga dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh.

Serangan Siber Supermarket Diduga Sabotase

Gelombang serangan siber terhadap pendingin supermarket Eropa ini bukan kejadian pertama.

Kurang dari sebulan sebelumnya, sejumlah jaringan supermarket di Prancis juga mengalami serangan serupa yang berdampak pada ratusan gerai.

Les Mousquetaires, pemilik jaringan Intermarche, menyebut sekitar 150 gerainya terdampak.

Perusahaan terpaksa membuang seluruh stok makanan yang mengalami kerusakan akibat gangguan suhu pendingin.

Monoprix juga melaporkan sekitar 5 persen dari total 490 gerainya di Prancis mengalami masalah.

Sementara itu, Ahold Delhaize sempat menonaktifkan sejumlah sistem setelah menemukan persoalan keamanan di dalam jaringannya.

Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, rangkaian insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran otoritas Eropa mengenai ancaman serangan hibrida, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Moskow berulang kali membantah keterlibatan dalam berbagai operasi sabotase maupun perang hibrida.

Tom Hegel, peneliti dari perusahaan keamanan siber SentinelOne, menilai serangan terhadap sektor ritel dapat memiliki motif beragam, mulai dari pemerasan, kepentingan politik, hingga operasi yang melibatkan aktor negara.

Namun, tidak adanya tuntutan pembayaran dalam sejumlah kasus peretasan supermarket terbaru memunculkan dugaan bahwa serangan tersebut lebih mengarah pada sabotase.

“Ritel adalah sasaran empuk karena rantai ritel menjalankan perkebunan besar pengontrol pendingin, sistem manajemen bangunan, panel akses pintu dan perlengkapan point-of-sale,” kata Hegel.

Menurut dia, jaringan supermarket mengelola banyak perangkat yang terhubung ke sistem digital, mulai dari pengendali pendingin, sistem manajemen gedung, akses pintu, hingga perangkat kasir.

Kondisi tersebut membuat sektor ritel memiliki banyak titik yang berpotensi menjadi sasaran serangan.

Terlebih, bisnis supermarket memiliki margin keuntungan relatif tipis dan sangat bergantung pada kondisi stok yang mudah rusak.

“Margin kotor tipis dan stok akan habis dalam hitungan jam, sehingga gangguan apa pun akan cepat terasa sakit dan di depan umum,” ujarnya.

Pemerintah Belgia telah membuka penyelidikan kriminal atas rangkaian serangan yang menyasar supermarket di negara tersebut.

Sementara itu, Pusat Keamanan Siber Nasional Swedia juga masih menyelidiki sejumlah insiden yang terjadi di jaringan ritel.

Komisi Eropa turut menyoroti pentingnya penguatan keamanan siber di seluruh negara anggota.

Komisioner Uni Eropa untuk urusan pangan menegaskan rantai pasok harus memiliki kemampuan untuk bertahan dan merespons ancaman siber.

Hingga kini, otoritas belum mengungkap identitas pelaku maupun motif pasti di balik serangan tersebut.

Namun, kasus ini menjadi peringatan bahwa ancaman siber tidak lagi terbatas pada pencurian data atau gangguan layanan digital. 

Peretasan terhadap perangkat operasional dapat berdampak langsung pada pasokan pangan, kerugian bisnis, hingga keamanan konsumen.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://twitter.com/wartabritaa

About Us

Wartabrita

Warta Brita adalah media digital independen yang hadir untuk menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa informasi yang jujur dan akurat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cerdas.

Berdiri dengan semangat jurnalisme positif, kami berkomitmen menyuguhkan konten dari berbagai kategori seperti:

  • Berita Terkini
  • Nasional & Internasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Inspirasi & Viral

Warta Brita dikelola oleh tim muda yang profesional, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami memadukan kecepatan dalam menyajikan informasi dengan ketelitian dalam memverifikasi fakta.

Latest Articles

  • Dapat kado umrah dari Syifa Hadju, cara Kesha Ratuliu dan suami balas kebaikan menantu Maia terekam

    Dapat kado umrah dari Syifa Hadju, cara Kesha Ratuliu dan suami balas kebaikan menantu Maia terekam

    Jumat, 6 November 2026 – 06:09
  • Dari kasus Ferdy Sambo hingga Listyo Sigit, apa yang salah dengan Polri?

    Dari kasus Ferdy Sambo hingga Listyo Sigit, apa yang salah dengan Polri?

    Jumat, 6 November 2026 – 03:57
  • Jangan sembarangan bicara! 7 weton ini disebut punya ucapan bertuah menurut kepercayaan Jawa

    Jangan sembarangan bicara! 7 weton ini disebut punya ucapan bertuah menurut kepercayaan Jawa

    Selasa, 3 November 2026 – 12:17

Tiktok wartabrita

@wartabrita
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

Copyright ©2026 WartaBrita. All Rights Reserved

Scroll to Top