Lewati ke konten

Home

About Us

Advertisement

Contact Us

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Feed RSS
  • TikTok
WartaBrita

WartaBrita

Info Update Terpercaya

  • Home nasional
  • Internasional
  • Sports
  • otomotif
  • Tekno
  • Muslim
  • Travculpedia
  • Daerah
  • Ekonomi
Search

Ibu Prabowo Disebut Pengupas Bawang, Anak Susanah Bantah: Mama Kerjanya Jahit

Avatar Dewa Saputra
Dewa Saputra
Selasa, 18 Agustus 2026 – 01:42
Ibu Prabowo Disebut Pengupas Bawang, Anak Susanah Bantah: Mama Kerjanya Jahit

Nama Susanah Jadi Sorotan Setelah Disebut dalam Pidato Presiden

Nama Susanah (38), warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendadak menjadi sorotan publik. Perempuan yang selama ini menjalani kehidupan sederhana bersama keluarganya itu tiba-tiba disebut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Tak ada yang menyangka bahwa penyebutan nama tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan luas di media sosial.

Pasalnya, dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai buruh harian pengupas bawang yang disebut memperoleh upah sekitar Rp700.000 per kilogram. Angka tersebut sontak menarik perhatian. Namun, di balik pernyataan itu, keluarga Susanah kemudian memberikan klarifikasi mengenai pekerjaan perempuan berusia 38 tahun tersebut.

Menurut keluarga, Susanah bukanlah buruh pengupas bawang dengan bayaran Rp700.000 per kilogram. Kesehariannya justru diisi dengan pekerjaan sebagai penjahit kain lap majun serta bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari Kampung Ciuncal Hingga Disebut Presiden

Susanah tinggal di kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi. Kehidupannya jauh dari sorotan. Rumah yang ditempatinya bersama keluarga tidak berukuran besar. Sebagian dinding rumah telah dicat, sementara bagian depan dilengkapi kanopi dengan penyangga kayu. Di rumah sederhana tersebut, aktivitas menjahit menjadi pemandangan sehari-hari.

Sebuah mesin jahit berada di bagian depan rumah. Di lantai terlihat sejumlah kain majun yang menunggu untuk dijahit atau dirapikan. Bahkan, beberapa anggota keluarga juga terlihat melakukan aktivitas menjahit dan merapikan kain. Namun, kehidupan sederhana itu berubah menjadi perhatian nasional setelah nama Susanah disebut dalam pidato Presiden Prabowo.

Saat itu, Prabowo menyampaikan sejumlah gambaran mengenai masyarakat yang mendapatkan manfaat program pemerintah. Susanah menjadi salah satu sosok yang diperkenalkan kepada publik. Prabowo menyebut Susanah sebagai warga Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang. “Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp 700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut kemudian ramai diperbincangkan. Terutama mengenai nominal Rp700.000 per kilogram yang disebut sebagai penghasilan Susanah.

Keluarga Susanah Beri Klarifikasi

Di tengah ramainya pembahasan mengenai sosok Susanah, keluarga akhirnya angkat bicara. Wina, kakak ipar Susanah, menjelaskan bahwa perempuan tersebut memang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG di daerah Bojong. Susanah disebut sudah sekitar tujuh bulan bekerja di SPPG tersebut.

Namun, pekerjaan itu bukanlah satu-satunya aktivitas Susanah. Menurut Wina, pekerjaan utama Susanah justru menjahit kain lap majun. “(Kerja) di SPPG sudah 7 bulanan, karena memang belum lama di SPPG daerah Bojong. (Pekerjaan utama) ini (penjahit lap). Suami kuli bangunan. Anaknya ada tiga, yang satu baru lulus anak pertama, dua masih sekolah,” ujar Wina.

Di SPPG, Susanah disebut bertugas sebagai petugas ompreng MBG. Pekerjaan tersebut telah dijalaninya selama kurang lebih tujuh bulan. Sementara itu, di luar aktivitasnya di SPPG, Susanah tetap mengerjakan jahitan kain lap majun untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Bukan Rp700.000, Melainkan Rp700 per Kilogram

Bagian yang paling banyak menjadi perhatian akhirnya mendapatkan penjelasan dari pihak keluarga. Wina secara tegas membantah bahwa Susanah memperoleh upah Rp700.000 untuk setiap kilogram bawang yang dikupas. Menurutnya, nominal Rp700 memang berkaitan dengan pekerjaan Susanah, tetapi bukan Rp700.000 dan bukan pula untuk mengupas bawang.

Angka tersebut merupakan upah menjahit kain lap majun, yakni Rp700 per kilogram. Susanah disebut mampu menyelesaikan sekitar 20 kilogram kain lap dalam sehari. Dengan hitungan tersebut, penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan menjahit sekitar Rp14.000 per hari. “Itu tidak benar (gajinya Rp 700 ribu perkilogram bawang). Ibu Susanah itu bekerja di MBG dan juga penjahit lap majun dengan harga Rp 700 perkilo. Itu tidak benar kalau dia bekerja mengupas bawang dengan harga Rp 700 ribu perkilo,” ujar Wina saat ditemui di rumah Susanah, Minggu.

Keterangan tersebut sekaligus meluruskan informasi yang telanjur menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Perbedaan angka antara Rp700 dan Rp700.000 membuat cerita mengenai pekerjaan Susanah menjadi semakin ramai.

Anak Susanah Ikut Membantah

Klarifikasi tidak hanya datang dari keluarga yang ditemui di rumah Susanah. Salah satu akun Instagram yang mengaku sebagai anak Susanah juga memberikan penjelasan setelah sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan pekerjaan ibunya. Dalam keterangannya, akun tersebut menyebut Susanah sendiri terkejut ketika mendengar dirinya diperkenalkan sebagai pengupas bawang.

“Sorry kak itu ibu saya, beliau juga kaget pas dibilang pengupas bawang, beliau juga sudah klarif pekerjaan sebenarnya,” kata akun yang diduga milik anak Susanah. “Mamah saya kerjanya jahit kak bukan kupas bawang,” sambungnya. Pernyataan tersebut semakin memperkuat klarifikasi keluarga bahwa aktivitas utama Susanah bukan mengupas bawang seperti yang disebut dalam pidato.

Anak Susanah juga menjelaskan bahwa sejak awal sang ibu menerima undangan menghadiri acara kenegaraan karena menganggap kesempatan tersebut sebagai sebuah rezeki. “Pikiran mamah saya memang rezeki kebetulan diundang ke sana, makanya mamah saya menerima undangan itu,” ungkap akun tersebut.

Susanah Tetap Bekerja di SPPG MBG

Meski pekerjaan menjahit kain lap majun disebut sebagai pekerjaan utamanya, Susanah juga menjalani aktivitas sebagai bagian dari dapur MBG. Wina menyebut Susanah bertugas sebagai petugas ompreng di SPPG daerah Bojong. Pekerjaan tersebut telah dilakukannya selama sekitar tujuh bulan. Dengan demikian, keseharian Susanah tidak hanya bergantung pada satu pekerjaan. Ia menjalani aktivitas di SPPG sekaligus tetap mengerjakan jahitan kain lap majun.

Di tengah kondisi ekonomi keluarga, berbagai pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya Susanah dan suaminya memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus memastikan anak-anak mereka tetap bisa bersekolah.

Suami Bekerja sebagai Kuli Bangunan

Susanah hidup bersama suami dan tiga anak. Keluarga tersebut menjalani kehidupan sederhana di Cileungsi. Suami Susanah sehari-hari bekerja sebagai buruh dan kuli bangunan. Sementara Susanah menjalani pekerjaan menjahit kain majun dan bekerja di SPPG. Ketiganya menjadi bagian dari keseharian keluarga yang berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan pekerjaan yang tersedia.

Dari tiga anak Susanah, anak pertama disebut baru saja menyelesaikan pendidikan. Sementara dua anak lainnya masih bersekolah. “Anak pertamanya baru lulus. Dan dua masih sekolah,” kata Wina. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat keluarga Susanah tetap berusaha menjalankan berbagai pekerjaan.

Rumah Sederhana yang Menjadi Saksi Aktivitas Susanah

Ketika kediaman Susanah dikunjungi Tribun pada Minggu (16/8/2026), aktivitas menjahit masih terlihat jelas. Mesin jahit menjadi salah satu benda yang menonjol di bagian depan rumah. Sejumlah kain majun juga terlihat berada di lantai. Beberapa anggota keluarga tampak menjalankan aktivitas menjahit sekaligus merapikan kain. Pemandangan tersebut memberikan gambaran mengenai pekerjaan Susanah yang sebenarnya. Rumah sederhana itu sekaligus menjadi tempat berlangsungnya aktivitas ekonomi keluarga.

Bukan tempat pengolahan bawang seperti yang mungkin muncul dalam bayangan publik setelah pidato Presiden, melainkan tempat Susanah dan keluarganya mengerjakan kain lap majun.

Susanah Belum Pulang dari Jakarta

Saat kediamannya dikunjungi pada Minggu, Susanah ternyata belum berada di rumah. Menurut Wina, Susanah masih berada di Jakarta bersama suaminya. “Sekarang masih di Jakarta dari hari Rabu lalu. Baru pulang informasi yang saya dengar sih hari Selasa nanti,” ujar Wina. Susanah diketahui berada di Jakarta sejak Rabu. Ia diperkirakan baru kembali ke rumah pada Selasa. Kondisi tersebut membuat klarifikasi mengenai pekerjaannya sementara disampaikan oleh pihak keluarga yang berada di rumah.

Awalnya Datang karena Menganggap Undangan sebagai Rezeki

Bagi Susanah, menghadiri acara kenegaraan di Jakarta tampaknya merupakan pengalaman yang tidak biasa. Undangan tersebut diterima karena dianggap sebagai sebuah kesempatan sekaligus rezeki. Tidak ada yang menyangka bahwa kehadirannya kemudian membuat namanya dikenal luas. Ia yang sebelumnya menjalani keseharian sebagai pekerja di SPPG dan penjahit kain lap majun tiba-tiba menjadi sosok yang diperbincangkan setelah diperkenalkan oleh Presiden dalam pidato kenegaraan.

Namun, sorotan publik itu kemudian diikuti dengan munculnya pertanyaan mengenai pekerjaan dan besaran upahnya. Keluarga pun memberikan penjelasan untuk meluruskan informasi tersebut.

Fakta Pekerjaan Susanah Menurut Keluarga

Berdasarkan keterangan Wina dan keluarga, Susanah diketahui memiliki dua aktivitas pekerjaan. Pertama, Susanah bekerja sebagai petugas ompreng di SPPG daerah Bojong yang menjalankan program MBG. Pekerjaan itu telah dijalaninya selama sekitar tujuh bulan. Kedua, Susanah bekerja sebagai penjahit kain lap majun. Pekerjaan tersebut disebut sebagai pekerjaan utamanya.

Upah menjahit kain lap majun disebut sebesar Rp700 per kilogram. Jika mampu menjahit sekitar 20 kilogram dalam sehari, penghasilannya dari pekerjaan tersebut sekitar Rp14.000 per hari. Dengan demikian, keluarga menegaskan bahwa angka Rp700 yang berkaitan dengan pekerjaan Susanah bukanlah Rp700.000 dan tidak berkaitan dengan pekerjaan mengupas bawang.

Kisah Susanah Kini Menjadi Perbincangan

Nama Susanah yang semula hanya dikenal di lingkungan tempat tinggalnya kini menjadi perhatian publik setelah disebut dalam forum kenegaraan. Pidato Presiden yang seharusnya menjadi bagian dari momentum penting kenegaraan justru membawa cerita Susanah ke ruang publik. Di satu sisi, Susanah diperkenalkan sebagai gambaran masyarakat yang mendapatkan manfaat program pemerintah. Namun di sisi lain, muncul perbedaan informasi mengenai pekerjaan dan penghasilan yang kemudian diklarifikasi keluarga.

Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana satu penyebutan nama dalam sebuah pidato dapat membuat kehidupan seseorang yang sebelumnya jauh dari sorotan mendadak menjadi perhatian banyak orang. Bagi keluarga Susanah, penjelasan mengenai pekerjaan tersebut penting agar tidak terjadi kesalahpahaman. Sebab, kehidupan sehari-hari Susanah sebagaimana dijelaskan keluarga ternyata jauh berbeda dari informasi yang ramai dibicarakan setelah pidato.

Ia bukan buruh pengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram. Susanah diketahui bekerja sebagai petugas ompreng di SPPG daerah Bojong sekaligus menjalani pekerjaan utama sebagai penjahit kain lap majun dengan bayaran Rp700 per kilogram. Di balik sorotan besar setelah pidato kenegaraan, Susanah tetaplah seorang ibu yang berusaha bekerja, seorang istri dari pekerja bangunan, serta orang tua dari tiga anak yang terus berjuang agar keluarganya dapat menjalani kehidupan sehari-hari dan pendidikan anak-anaknya.

Klarifikasi keluarga pun menjadi penegasan bahwa cerita tentang Susanah tidak berhenti pada apa yang disampaikan dari podium kenegaraan, tetapi juga perlu dilihat dari kehidupan nyata yang dijalaninya setiap hari di rumah sederhana di Cileungsi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Posts by wartabritaa

About Us

Wartabrita

Warta Brita adalah media digital independen yang hadir untuk menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa informasi yang jujur dan akurat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cerdas.

Berdiri dengan semangat jurnalisme positif, kami berkomitmen menyuguhkan konten dari berbagai kategori seperti:

  • Berita Terkini
  • Nasional & Internasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Inspirasi & Viral

Warta Brita dikelola oleh tim muda yang profesional, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami memadukan kecepatan dalam menyajikan informasi dengan ketelitian dalam memverifikasi fakta.

Latest Articles

  • Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian Premium hingga Rumah Subsidi

    Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian Premium hingga Rumah Subsidi

    Kamis, 20 Agustus 2026 – 20:28
  • 5 Rekomendasi Resto Kids Friendly Sentul, Ada Mini Zoo hingga View Alam

    5 Rekomendasi Resto Kids Friendly Sentul, Ada Mini Zoo hingga View Alam

    Rabu, 19 Agustus 2026 – 23:38
  • 5 Tips Merawat Baterai Mobil Listrik VinFast agar Tetap Optimal

    5 Tips Merawat Baterai Mobil Listrik VinFast agar Tetap Optimal

    Selasa, 18 Agustus 2026 – 16:59

Tiktok wartabrita

@wartabrita
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

Copyright ©2026 WartaBrita. All Rights Reserved

Scroll to Top