Lewati ke konten

Home

About Us

Advertisement

Contact Us

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Feed RSS
  • TikTok
WartaBrita

WartaBrita

Info Update Terpercaya

  • Home nasional
  • Internasional
  • Sports
  • otomotif
  • Tekno
  • Muslim
  • Travculpedia
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Lifestyle
Search

Ketua PKK Nagan Raya terima penghargaan pelestari tradisi kuliner Aceh

Avatar Dewa Saputra
Dewa Saputra
Minggu, 13 September 2026 – 11:43
Ketua PKK Nagan Raya terima penghargaan pelestari tradisi kuliner Aceh

Ringkasan Berita:

  • Ketua TP-PKK Nagan Raya Cut Inda TR Keumangan menerima penghargaan sebagai kabupaten/kota pelestari tradisi kuliner Aceh pada ACF 2026.
  • Nagan Raya menampilkan sejumlah kuliner khas seperti Gulee Jruek, Si Manok Bungong Kala, Reubong Engket Tho, Boh Itek Jruek, dan Acar Boh Timon.
  • Cut Inda berharap tradisi kuliner khas Nagan Raya terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

Wartabrita.com, SUKA MAKMUE – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Nagan Raya, Cut Inda TR Keumangan menerima penghargaan kabupaten/kota pelestari tradisi kuliner Aceh pada pembukaan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua TP-PKK Aceh, Marlina Muzakir pada pembukaan ACF 2026 yang berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).

Pembukaan ACF 2026 dilakukan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik ST MSi dengan mengusung tema “Celebrating the Authentic of Aceh Living Culinary Heritage”, ACF 2026 berlangsung hingga 14 September 2026.

Festival tersebut menjadi ruang untuk merayakan kekayaan warisan kuliner Aceh sekaligus mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), gastronomi, budaya, serta ekonomi kreatif.

Cut Inda TR Keumangan mengatakan, keikutsertaan Nagan Raya dalam ACF 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan kuliner tradisional daerah kepada masyarakat luas. 

Khususnya generasi muda.

“Melalui anjungan Nagan Raya, kami ingin memperkenalkan berbagai kuliner tradisional yang menjadi warisan masyarakat Nagan Raya,” ujar istri Bupati Nagan Raya ini.

Ia menyebutkan sejumlah kuliner tradisional Nagan Raya yang ditampilkan dalam festival tersebut, di antaranya Gulee Jruek, Si Manok Bungong Kala, Reubong Engket Tho, Nicah Oen Kayee, Engket Tho, Boh Itek Jruek, Kerling, Anyang Oen Peutek, dan Acar Boh Timon.

Menurutnya, berbagai kuliner tersebut tidak hanya memiliki nilai sebagai sajian makanan, tetapi juga merepresentasikan tradisi dan identitas budaya masyarakat Nagan Raya.

“Keberadaan kuliner tradisional ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagian dari tradisi dan identitas budaya yang harus terus kita lestarikan,” katanya.

Cut Inda berharap pelestarian tradisi kuliner khas Nagan Raya dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, generasi muda, serta berbagai pihak terkait.

“Kami berharap tradisi kuliner khas daerah ini tidak berhenti hanya pada kegiatan festival, tetapi terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan begitu, kuliner tradisional Nagan Raya tetap hidup, dikenal, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Bagian dari identitas dan sejarah

Sementara itu, Plt Sekda Aceh Taufik saat membuka acara mengatakan kuliner tidak sekadar berkaitan dengan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, sejarah, dan peradaban masyarakat.

“Melalui makanan, kita dapat menelusuri jejak perdagangan, perjumpaan antarbudaya, kekayaan alam, serta tradisi yang diwarisi lintas generasi,” ujar Taufik.

Menurutnya, posisi Aceh yang sejak dahulu menjadi persinggahan berbagai bangsa turut membentuk kekayaan kuliner daerah.

Kekayaan tersebut tercermin dari penggunaan rempah, hasil laut dan pertanian, bahan pangan lokal, teknik memasak, hingga tradisi kenduri dan makan bersama.

Karena itu, Pemerintah Aceh menyambut baik pelaksanaan ACF 2026 yang mengangkat pentingnya menjaga keaslian warisan kuliner agar tetap dipraktikkan, dikembangkan, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kita ingin dunia tidak hanya mengenal rasa masakan Aceh, tetapi juga cerita di baliknya, tentang rempah, tradisi, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang membentuknya,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Posts by wartabritaa

About Us

Wartabrita

Warta Brita adalah media digital independen yang hadir untuk menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa informasi yang jujur dan akurat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan cerdas.

Berdiri dengan semangat jurnalisme positif, kami berkomitmen menyuguhkan konten dari berbagai kategori seperti:

  • Berita Terkini
  • Nasional & Internasional
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Inspirasi & Viral

Warta Brita dikelola oleh tim muda yang profesional, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami memadukan kecepatan dalam menyajikan informasi dengan ketelitian dalam memverifikasi fakta.

Latest Articles

  • DXI 2027: Perkuat Ekosistem Diving dan Adventure

    DXI 2027: Perkuat Ekosistem Diving dan Adventure

    Kamis, 24 September 2026 – 21:00
  • Archipelago Hotels Renovasi Dua Kamar YPKAI untuk Anak Pejuang Kanker

    Archipelago Hotels Renovasi Dua Kamar YPKAI untuk Anak Pejuang Kanker

    Rabu, 23 September 2026 – 19:53
  • Artotel Group Dukung Pengembangan Sport Tourism Jawa Barat

    Artotel Group Dukung Pengembangan Sport Tourism Jawa Barat

    Selasa, 15 September 2026 – 20:16

Tiktok wartabrita

@wartabrita
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

Copyright ©2026 WartaBrita. All Rights Reserved

Scroll to Top